SCImago 2026, Itera Peringkat 3 Nasional Bidang Kimia
Dalam pemeringkatan terbaru SCImago Institutions Rankings (SIR), Institut Teknologi Sumatera (Itera) menempati peringkat ke-3 nasional pada kategori bidang kimia (Chemistry Rank). Itera bahkan mengungguli Universitas Indonesia (UI) yang berada di peringkat 4.
Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha, berharap prestasi ini menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika Itera untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi para dosen dan peneliti yang secara konsisten menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berdampak.
Baca juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi SCImago 2026, UI Peringkat Pertama
“Capaian ini menjadi motivasi bagi Itera untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Rektor, melalui siaran pers, Sabtu (7/3/2026).
10 Universitas di Indonesia Terbaik bidang Kimia Versi Scimago 2026
1. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)2. Universitas Gadjah Mada (UGM)3. Institut Teknologi Sumatera (Itera)
4. Universitas Indonesia (UI)
5. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
6. Universitas Syiah Kuala (USK)7. Universitas Lampung (UNILA)
8. Universitas Jember (UNEJ)
9. Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS)
10. Universitas Padjadjaran (Unpad)
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Khairurrijal, menjelaskan bahwa pemeringkatan SCImago Institutions Rankings dikenal sebagai salah satu indikator reputasi akademik dunia karena menggunakan data bibliometrik dari basis data Scopus.Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain jumlah publikasi ilmiah, kualitas sitasi, keterkaitan publikasi dengan paten, serta dampak sosial dari hasil penelitian.
Pada bidang kimia, skor tinggi Itera dipengaruhi oleh publikasi berkualitas pada jurnal Q1 Scopus, kontribusi artikel yang masuk dalam 10 persen sitasi teratas, corresponding author dari institusi, serta tingkat kolaborasi internasional.
Topik riset yang banyak berkontribusi antara lain material dan nanoteknologi, katalisis dan proses kimia, serta kimia lingkungan dan energi yang memiliki relevansi tinggi dengan pengembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Meski tergolong perguruan tinggi yang relatif muda, Itera mampu menunjukkan kinerja riset yang kompetitif melalui fokus pada topik-topik strategis tersebut,” ujar Prof. Khairurrijal.










