Iran Lebih Banyak Tembakkan Rudal dan Drone ke Negara-negara Arab daripada ke Israel
Sebuah laporan dari lembaga Zionis menunjukkan Iran diduga meluncurkan lebih banyak rudal dan drone ke negara-negara Arab daripada ke Israel selama empat hari pertama perang antara Teheran melawan Tel-Aviv dan Washington.
The Israeli Institute for National Security Studies (INSS), yang berafiliasi dengan Universitas Tel Aviv, menerbitkan data tersebut pada hari Rabu.
Baca Juga: Rudal Iran Nyaris Sasar Turki, tapi Ditembak Jatuh Pertahanan Udara NATO
Menurut data itu, Iran menembakkan dua setengah kali lebih banyak rudal dan dua puluh kali lebih banyak drone ke negara-negara Teluk daripada ke Israel. Sementara sekitar 200 rudal dan 100 drone diluncurkan ke Israel dalam 123 gelombang serangan, Iran menyerang negara-negara Teluk dengan sekitar 500 rudal dan 2.000 drone.
Mengutip laporan The New Arab, Kamis (5/3/2026), data INSS tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hanya saja, angka-angka itu menunjukkan bahwa serangan terhadap negara-negara Teluk dan Arab selama empat hari pertama perang mencakup 812 drone dan 186 rudal yang diarahkan ke Uni Emirat Arab, 92 drone. Kemudian sebanyak 74 rudal ke Bahrain, 46 drone dan 116 rudal ke Qatar, 36 drone dan 13 rudal ke Yordania, lima drone ke Oman, 384 drone dan 178 rudal ke Kuwait, tiga drone dan dua rudal ke Siprus, 13 drone dan dua rudal ke Arab Saudi, di samping 70 rudal dan drone yang diarahkan ke Kurdistan Irak.Adapun korban jiwa akibat pengeboman Iran, menurut data lembaga tersebut selama periode yang sama, 11 orang tewas dan lima luka-luka di Irak, empat orang tewas dan 35 luka-luka di Kuwait, tiga orang tewas dan 68 luka-luka di Uni Emirat Arab, tiga orang tewas dan empat luka-luka di Oman, 16 luka-luka di Qatar, satu orang tewas dan empat luka-luka di Bahrain, dan lima luka-luka di Yordania.Lembaga tersebut juga memperkirakan bahwa Angkatan Udara Israel telah menghancurkan 300 platform peluncuran di dalam Iran pada hari Selasa, bersama dengan lebih dari 100 rudal balistik, sementara militer AS menghancurkan 17 kapal permukaan dan kapal selam Iran.
Jika angka-angka ini akurat, tampaknya meskipun Iran menganggap Israel sebagai musuh utamanya, mereka mengarahkan sebagian besar daya tembaknya ke negara-negara tetangga terdekatnya, bahkan negara-negara yang biasanya memiliki hubungan yang relatif baik, dengan alasan bahwa mereka menampung pangkalan Amerika.
Penilaian Israel, termasuk yang diterbitkan oleh situs berbahasa Ibrani; Ynet, menunjukkan bahwa serangan intensif Iran terhadap negara-negara Teluk terutama berasal dari perhitungan strategis: Teheran bertujuan untuk mendorong negara-negara Teluk untuk menekan Amerika Serikat agar menghentikan serangan, atau setidaknya mempersingkat durasinya secara signifikan.
Perkiraan tersebut mengeklaim bahwa ini adalah pengaruh paling efektif yang tersedia bagi Iran, dan itulah sebabnya mereka menggunakannya tanpa ragu-ragu.
Faktor lain adalah jangkauan. Iran memiliki sejumlah besar rudal dengan jangkauan antara 300 dan 600 kilometer, yang mampu mencapai negara-negara Teluk dan fasilitas minyak di sepanjang pantai Teluk Arab. Iran juga memiliki ribuan drone serang dan drone bunuh diri, yang seringkali lebih akurat daripada rudal dan lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara AS.
Ada juga pertimbangan tentang apa yang digambarkan Ynet sebagai "target mudah" di sektor minyak dan konstruksi Teluk, yang dapat diserang menggunakan puluhan kilogram bahan peledak yang dibawa oleh drone satu arah bunuh diri Shahed-136. Untuk target seperti itu, Iran tidak membutuhkan rudal balistik yang berat dan mahal seperti yang digunakannya terhadap Israel.
Sebaliknya, Iran sering mengerahkan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari pantai Iran atau dari kapal serang cepat yang beroperasi di perairan Teluk.










