Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500

Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500

Ekonomi | sindonews | Rabu, 4 Maret 2026 - 16:06
share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026) dan sempat menyentuh level 7.500 di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai tekanan pasar dipicu sentimen geopolitik global yang memicu kekhawatiran krisis energi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan, "Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat," kata Irvan seperti dikutip, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:Didukung Garda Revolusi, Putra Khamenei Dipilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Menurut dia, tekanan tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga melanda bursa regional seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, dan ASX. Bahkan, indeks Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8.

IHSG tercatat melanjutkan koreksi tajam sebesar 4,32 ke posisi 7.596 pada penutupan sesi I. Indeks sebelumnya dibuka melemah di level 7.896 dan sempat mencapai posisi tertinggi di 7.897, dengan 68 saham menguat, 748 melemah, dan 142 stagnan.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp18,06 triliun dengan volume 33,08 miliar saham. Mayoritas indeks utama juga tertekan, di antaranya LQ45 turun 4,19, JII turun 6,04, IDX30 turun 3,92, ISSI turun 5,07, dan SRI-KEHATI turun 2,87.

Secara sektoral, seluruh sektor berada di zona merah, dipimpin sektor bahan baku yang terkoreksi 8,03. Sektor energi, konsumer siklikal, keuangan, teknologi, industri, konsumer non-siklikal, properti, infrastruktur, transportasi, dan kesehatan turut melemah.

Baca Juga:Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan, antara lain Indo Premier Investment Management naik 34,48, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 24,59, dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 22,69. Sementara itu, saham yang memimpin pelemahan antara lain PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnama Tbk (ELPI) turun 14,91, PT Arthavest Tbk (ARTA) turun 14,81, dan PT Royalindo Investas Wijaya Tbk (INDO) turun 14,78.

Topik Menarik