PB Orado Perkuat Pembinaan dan Tata Kelola Olahraga Domino di Jawa Timur

PB Orado Perkuat Pembinaan dan Tata Kelola Olahraga Domino di Jawa Timur

Olahraga | sindonews | Rabu, 4 Maret 2026 - 10:24
share

Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan dan tata kelola olahraga domino secara nasional. Hal itu ditandai pelantikan kepengurusan Orado Jawa Timur periode 2026–2030 di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).

Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial, megatakan Jawa Timur menjadi salah satu provinsi strategis dalam pengembangan domino sebagai cabang olahraga prestasi. Jadi, pelantikan itu bertujuan agar geliat domino di sana bisa terkelola dengan maksimal.

“Jawa Timur menunjukkan kesiapan yang sangat baik, baik dari sisi struktur organisasi maupun program kerja. Ini menjadi fondasi penting untuk membangun sistem kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Yooky dalam rilis resminya.

Menurutnya, PB Orado membawa visi besar menjadikan domino sebagai bagian dari sport industry nasional. Jadi, olahraga domino harus dikelola secara profesional, modern, dan mampu menjadi tontonan yang menarik.

“Domino tidak lagi dipandang sekadar permainan rekreasi. Kami ingin membangun ekosistem yang lengkap, mulai dari klub, liga yang terstruktur, penyelenggaraan event berkualitas. Olahraga domino harus mampu menggerakkan industri dan menghadirkan nilai ekonomi,” ucapnya.PB Orado juga mendorong konsistensi penyelenggaraan Kejuaraan Cabang (Kejurcab), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) sebagai ajang penjaringan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas), dan PON. Selain itu target jangka panjang pada multi event internasional.

Sementara itu, Ketua Humas PB Orado, Henry Kurnia Adhi alias Jhon LBF, menegaskan pembenahan organisasi menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap olahraga domino. Dia akan memastikan seluruh program berjalan berbasis sistem yang terukur dan transparan.

"Pelatihan 60 wasit yang melibatkan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur adalah langkah konkret untuk menjamin kompetisi yang fair dan profesional,” jelas Henry.

Dia mengatakan sepanjang 2 hingga 30 Maret 2026, Orado Jawa Timur telah menyiapkan agenda pertandingan yang padat guna meningkatkan populasi atlet dan mengaktifkan klub-klub di daerah. Jadi, semakin rutin kompetisi digelar, semakin kuat ekosistemnya.

"Potensi atlet di Jawa Timur sangat besar. Di Banyuwangi saja tercatat sekitar 70 atlet aktif. Ini menunjukkan pembinaan berjalan dan harus terus diperkuat,” ungkapnya.

“Kami optimistis proses pengesahan akan berjalan baik. PB Orado siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membawa domino menjadi cabang olahraga yang diakui dan berprestasi,” sambungnya.

Topik Menarik