PT SMI Rancang Obligasi Khusus, Ajak Masyarakat Investasi Infrastruktur

PT SMI Rancang Obligasi Khusus, Ajak Masyarakat Investasi Infrastruktur

Ekonomi | sindonews | Selasa, 3 Maret 2026 - 21:44
share

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berencana meluncurkan instrumen investasi inovatif berbentuk obligasi yang dirancang khusus untuk memperluas kesempatan partisipasi masyarakat dalam ekosistem pembiayaan pembangunan nasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi Perseroan menjadi Development Finance Institution (DFI) yang lebih adaptif dan inklusif.

"Sebagai fiscal tool pemerintah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Rencana peluncuran instrumen investasi ini merupakan langkah untuk memperluas partisipasi publik dan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi jangka panjang," ujar Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, dalam Media Briefing, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:Kejar Investasi Rp13.000 Triliun, Pemerintah Gencarkan Kemudahan Izin Usaha lewat OSS

PT SMI yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan memiliki mandat untuk menjadi agen pembangunan berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur yang memadai dinilai sebagai fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat karena dapat memperkuat konektivitas serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional, perseroan menilai diperlukan skema pendanaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan beragam. PT SMI memandang keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan agar tidak bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja.Melalui instrumen investasi yang tengah disiapkan ini, masyarakat luas nantinya dapat ikut terlibat langsung dalam pembangunan berkelanjutan nasional. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam melakukan diversifikasi sumber pendanaan yang selama ini masih didominasi oleh investor institusi dan korporasi.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, menambahkan, diversifikasi pendanaan akan menjadi fokus strategis Perseroan ke depan.

"Ke depan kami akan lebih memperluas sumber-sumber pendanaan Perseroan selain memperluas kerjasama dengan berbagai Lembaga keuangan dan Pemerintah, juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional. Dengan portofolio pembiayaan yang menghasilkan multiplier effect besar terhadap perekonomian, kami berkomitmen memastikan setiap upaya pendanaan tetap relevan dan selaras dengan kebutuhan pembangunan," jelasnya.

Rencana penerbitan obligasi tersebut melanjutkan rekam jejak PT SMI yang konsisten menjadi salah satu penerbit surat utang aktif di pasar domestik sejak pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014. Berbagai instrumen telah diterbitkan Perseroan, termasuk Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, serta penerbitan zero-coupon bond pertama pada 2025.Baca Juga:3 Investor Baru IKN Siap Tanam Investasi, Bangun Mal hingga Fasilitas Olahraga

Hingga 2025, total dana yang berhasil dihimpun PT SMI melalui penerbitan di dalam negeri telah mencapai lebih dari Rp50 triliun. Angka tersebut mencerminkan posisi PT SMI sebagai salah satu emiten yang kredibel dan dipercaya oleh para investor di pasar modal Indonesia.

Melalui dukungan peringkat nasional AAA dari Pefindo, PT SMI dinilai berada pada posisi yang kokoh untuk terus memperluas ekosistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai DFI yang berpegang pada prinsip tata kelola, integritas, dan orientasi jangka panjang dalam setiap upaya pembiayaan pembangunan nasional.

Topik Menarik