Perang Meluas, Qatar Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Su-24 Iran untuk Pertama Kalinya
Pemerintah Qatar mengumumkan Angkatan Udara mereka telah menembak jatuh dua jet tempur tempur Iran untuk pertama kalinya pada hari Senin. Ini terjadi ketika perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel meluas ke seluruh Timur Tengah karena negara-negara Teluk sekutu Amerika jadi target serangan balasan Teheran.
Kementerian Pertahanan Qatar, dalam sebuah pernyataan, mengatakan Angkatan Udara telah menembak jatuh dua pesawat Su-24 Iran. Selain itu, tujuh rudal balistik dan lima drone yang ditembakkan oleh Iran juga berhasil dicegat.
Baca Juga: Perang Dahsyat, Total 6 Tentara AS Tewas Dirudal Iran
“Ancaman tersebut segera ditangani setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana operasional, karena semua rudal ditembak jatuh sebelum mencapai targetnya,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Negara Teluk itu telah mengutuk Iran atas penargetan wilayah Qatar, yang mereka sebut “sembrono dan tidak bertanggung jawab”. Qatar jadi salah satu negara Teluk yang jadi target pembalasan Teheran atas serangan AS-Israel yang telah menewaskan ratusan orang di seluruh Iran sejak Sabtu.Iran telah melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap target di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan negara-negara lain dalam beberapa hari terakhir.Iran tidak segera mengomentari pernyataan Kementerian Pertahanan Qatar.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran baru-baru ini mengatakan Teheran berhak membela diri "dengan sekuat tenaga" sebagai tanggapan terhadap serangan AS-Israel, yang telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada Al Jazeera: "Angkatan Bersenjata Iran membela kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran terhadap tindakan agresi barbar ini."
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, juga mengatakan dalam konferensi pers pada hari Senin bahwa tanggapan Teheran telah "sah, perlu, dan proporsional".
“Kami hanya menargetkan sasaran militer pasukan musuh. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga,” kata Iravani. “Berdasarkan hukum internasional, setiap negara memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan wilayahnya digunakan untuk tindakan agresi terhadap negara lain," ujarnya.
Namun, serangan Iran terhadap target AS dan Israel di seluruh Timur Tengah telah menuai kecaman sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang meluasnya konflik.
Dalam pernyataan bersama pada hari Minggu, beberapa negara di kawasan itu, serta AS, mengutuk apa yang mereka gambarkan sebagai serangan rudal dan drone yang sembarangan dan sembrono terhadap wilayah kedaulatan di seluruh kawasan oleh Iran.
“Serangan yang tidak beralasan ini menargetkan wilayah kedaulatan, membahayakan penduduk sipil, dan merusak infrastruktur sipil,” kata negara-negara tersebut, menambahkan bahwa mereka menegaskan kembali hak mereka untuk membela diri dalam menghadapi serangan-serangan ini.
Serangan Iran juga telah memengaruhi produksi energi di wilayah Teluk, dengan perusahaan energi milik negara Qatar pada hari Senin mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG) karena serangan tersebut.
Penghentian tersebut menyebabkan harga gas grosir acuan Belanda dan Inggris melonjak hampir 50 persen, sementara harga LNG acuan Asia melonjak hampir 39 persen.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan dua drone telah berupaya menyerang kilang Ras Tanura pada Senin pagi dan kebakaran kecil terjadi setelah drone-drone itu dicegat, menurut laporan Saudi Press Agency.










