Rusia: Perang Trump untuk Perubahan Rezim Iran Dapat Memicu Perang Dunia III!
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat memicu Perang Dunia III dengan operasi perubahan rezim di Iran. Dia menyebutnya sebagai operasi yang "kriminal".
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS, Medvedev, yang pernah menjabat sebagai presiden Rusia, ditanya apakah Perang Dunia III telah dimulai.
Baca Juga: Perang Meluas, Qatar Tembak Jatuh 2 Jet Tempur Su-24 Iran untuk Pertama Kalinya
“Secara teknis, tidak, tetapi jika Trump melanjutkan tindakan gilanya dalam perubahan rezim [secara] kriminal, itu pasti akan dimulai. Dan peristiwa apa pun bisa menjadi pemicunya. Apa pun,” katanya.
Menurutnya, serangan terhadap Iran adalah bagian dari perang yang lebih luas oleh AS dan sekutunya untuk mempertahankan dominasi global.Medvedev mengatakan Trump melakukan kesalahan besar dengan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. “Menempatkan semua warga Amerika dalam risiko," katanya."Almarhum Ayatollah adalah bapak spiritual dari hampir 300 juta Syiah. Dan sekarang dia juga seorang martir," ujar pejabat Kremlin sekutu Presiden Vladimir Putin tersebut, yang dilansir Russia Today, Selasa (3/3/2026).
"Setelah kematiannya, tidak diragukan lagi bahwa Iran akan melipatgandakan upayanya untuk mengembangkan senjata nuklir,” kata Medvedev.
Ditanya apakah Iran dapat bertahan menghadapi konflik dan kematian para pemimpinnya, dia mengatakan biaya pembangunan kembali akan tinggi, tetapi Republik Islam akan berhasil.
“Ini membutuhkan konsolidasi sosial yang tinggi. Dan Amerika telah memberi mereka konsolidasi ini,” katanya.
Ketika ditanya apakah Rusia berisiko diserang di tengah negosiasi suatu hari nanti seperti yang terjadi pada Iran, Medvedev menjawab bahwa "hanya ada satu jaminan" bahwa hal itu tidak akan terjadi. "AS takut pada Rusia dan mengetahui biaya konflik nuklir," imbuh dia.










