Pintu dan ARKI Kolaborasi Tingkatkan Literasi Aset Kripto
Platform investasi aset kripto Pintu menjalin kolaborasi strategis dengan Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) untuk memperkuat literasi keuangan digital dan pemahaman investasi bagi para pelaku usaha properti. Melalui kerja sama ini, para pengusaha kost didorong untuk mengenal manajemen risiko serta potensi diversifikasi aset melalui instrumen kripto yang aman dan terawasi.
"Kami mengapresiasi rekan-rekan ARKI yang telah membuka ruang kolaborasi dan diskusi mengenai perkembangan industri rumah kost dan aset crypto. Kami melihat anggota ARKI sangat terbuka dan antusias mempelajari cara kerja investasi aset crypto, termasuk memahami manfaat dan risikonya. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif mengenai industri aset digital," ujar SVP Strategy & Business Pintu, Andy Putra, dalam Gathering Akbar ARKI di Yogyakarta, dalam keterangan pers, Senin (2/3).
Baca Juga:Pengguna Aktif Naik 38, Pintu Catatkan Kinerja Positif di 2025
Dalam kesempatan tersebut, Pintu memberikan edukasi mendalam mengenai dasar-dasar investasi aset digital, pentingnya riset mandiri, hingga strategi pengelolaan hasil usaha agar lebih terukur. Edukasi ini menjadi krusial mengingat karakteristik aset kripto yang volatil, sehingga pengusaha kost diharapkan memiliki kapasitas dalam mengelola portofolio mereka secara bijak.
Ketua Umum ARKI, Florencia Irena Lipin, menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah inovatif bagi para pemilik kost, terutama dari Generasi X, untuk mulai beradaptasi dengan teknologi finansial. Menurutnya, antarmuka aplikasi Pintu yang ramah pengguna memudahkan anggota ARKI dalam memahami mekanisme pasar digital yang sebelumnya dianggap kompleks.Lebih lanjut, kolaborasi ini juga menyoroti tren tokenisasi properti yang kini mulai menghubungkan dunia fisik dengan teknologi blockchain. Berdasarkan data Pintu Academy, tokenisasi memungkinkan nilai properti fisik direpresentasikan ke dalam token digital, sehingga kepemilikan aset dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan transparan.
Baca Juga:Pengguna Baru Pintu Futures Naik 37 di Tengah Volatilitas Pasar Crypto
Potensi integrasi antara sektor properti dan teknologi ini diprediksi akan terus berkembang pesat dalam satu dekade ke depan. Merujuk data Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti global diproyeksikan tumbuh signifikan dari kisaran USD 300 miliar pada 2024 menjadi USD 4 triliun pada 2035 mendatang.
Andy menambahkan, kolaborasi lintas industri semacam ini merupakan kunci untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia. Dengan dukungan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pintu berkomitmen menyediakan akses investasi yang aman guna mendukung keberlanjutan bisnis di era digital.










