Tinjau SPPG Karanglo Ponorogo, Ibas Pastikan Standar Higienitas dan Gizi MBG Terjaga

Tinjau SPPG Karanglo Ponorogo, Ibas Pastikan Standar Higienitas dan Gizi MBG Terjaga

Berita Utama | sindonews | Senin, 2 Maret 2026 - 10:19
share

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menghadirkan makanan yang sehat, aman, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak. Pasalnya, program ini berasal dari uang rakyat yang wajib dijalankan secara bertanggung jawab.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglo, Kabupaten Ponorogo, dalam rangkaian hari ketiga Reses Ramadan Religi, Menguatkan Negeri pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu memastikan seluruh proses pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar operasional, khususnya terkait higienitas, kualitas bahan pangan, serta pengawasan distribusi makanan kepada para siswa penerima manfaat.

Baca juga: Ibas: Kawal Konstitusi agar Mengarah pada Kemajuan dan Kesejahteraan Rakyat

Ibas meninjau langsung proses penerimaan bahan baku makanan dan menekankan pentingnya pengawasan kualitas gizi sejak tahap awal. “Kita harus memastikan seluruh bahan makanan yang masuk benar-benar higienis dan memiliki kandungan gizi yang baik. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.Lulusan S2 Nanyang Technological University tersebut juga menaruh perhatian pada rantai pasok bahan pangan yang digunakan dalam program MBG. Ibas memastikan buah dan sayur yang digunakan berasal dari petani lokal Ponorogo sehingga program nasional ini sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat daerah.

“Kalau bahan pangan diambil dari petani lokal, maka manfaat program ini menjadi berlipat. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat sekitar juga ikut tumbuh,” jelasnya.

Lihat video: Prabowo Klaim Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja!

 

Selain kualitas bahan makanan, Ibas turut memeriksa proses pencucian hingga pengeringan wadah makan yang digunakan dalam distribusi MBG. Menurutnya, faktor kebersihan peralatan menjadi bagian krusial dalam menjaga keamanan pangan.

“Bukan hanya makanannya yang harus sehat, tetapi wadahnya juga harus steril. Proses pencucian dan pengeringan harus benar-benar diawasi karena ini bagian penting untuk mencegah risiko kesehatan,” tegas Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.

Ia mengapresiasi operasional SPPG Karanglo yang dinilai mendapat respons positif dari masyarakat. Selain rasa makanan yang dinilai baik, porsi yang disajikan juga memenuhi kebutuhan gizi siswa, terutama bagi keluarga kurang mampu di wilayah sekitar.Menurut Ibas, keberadaan SPPG tidak hanya membantu pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi pangan.

Dalam momentum Ramadan, ia juga mengingatkan bahwa penyesuaian menu menjadi makanan kering tidak boleh mengurangi standar kualitas program.

“Meskipun selama Ramadan menunya berbeda, porsi, kandungan gizi, dan penggunaan anggaran harus tetap sesuai standar. Semua harus termonitor dengan baik, termasuk proses pengiriman makanan agar aman sampai ke siswa. Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan seperti keracunan makanan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang dibiayai dari pajak masyarakat sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara optimal dan penuh tanggung jawab.

“Program ini tidak murah dan berasal dari uang rakyat. Karena itu pelaksanaannya harus benar-benar dijaga kualitasnya, transparan, dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

Kegiatan peninjauan di SPPG Karanglo turut dihadiri Komandan Kodim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., Kepala Desa Karanglo Lor Samuri, Mitra SPPG Bagus Budi Santoso, Ketua Yayasan Dodik Winoto, Kepala SPPG Rafi Nur Anas, Ahli Gizi Tiara Amelia Putri, serta Akuntan SPPG Salsabila. Hadir pula anggota DPRD Ponorogo Elvis Wibisono, Yuliana, Binti, dan Widodo yang bersama-sama memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai harapan masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Ibas berharap SPPG Karanglo dapat menjadi contoh pelaksanaan dapur pelayanan gizi yang profesional, higienis, serta mampu memperkuat ketahanan gizi sekaligus perekonomian lokal di daerah.

Topik Menarik