Ratusan Anak Muda Dialog Langsung dengan Anggota DPRD Jakarta, Soroti Pelayanan Dasar Pemprov DKI
Lebih dari 100 anak muda berdialog langsung dengan empat Anggota DPRD Jakarta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/20/2026) malam. Mereka berdiskusi terkait pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, tata ruang, dan transportasi publik yang menjadi perhatian utama warga muda Jakarta.
Dialog yang digelar Bijak Memantau melalui acara 'Touchbase amé DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kité' ini sengaja mempertemukan warga kelas menengah urban dengan anggota DPRD Jakarta untuk membahas kelayakan hidup sekaligus membuka ruang dialog mengenai peran DPRD dalam meningkatkannya. Hadir dalam kegiatan ini empat Anggota Komisi C DPRD Jakarta, yakni Ghozi Zulazmi dari Fraksi PKS, Elva Farhi Qolbina dari Fraksi PSI, Farah Savira dari Fraksi Partai Golkar, dan Uwais El Qoroni dari Fraksi PKB.
Perwakilan Sekretariat Bijak, Efraim Leonard mengatakan, saat ini Jakarta menghadapi kesenjangan partisipasi dalam kebijakan publik. Berdasarkan data Praksis (2025), sebanyak 38 persen populasi Jakarta merupakan orang muda dan 65 persen di antaranya menyatakan peduli pada isu politik. Namun, mayoritas masih merasa jauh dari proses penyusunan kebijakan publik.
Menurutnya, banyak orang muda urban Jakarta belum sepenuhnya mengenal peran DPRD, padahal keputusan dan pengawasan di level ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kualitas jalan, transportasi publik, sampai pelayanan dasar lainnya. Padahal, DPRD memiliki kewenangan strategis dalam membahas dan menyetujui alokasi anggaran serta membentuk peraturan daerah yang menentukan arah pembangunan.
"Touchbase kami desain di tingkat DPRD karena di sinilah aspirasi warga sebenarnya bisa langsung diterjemahkan menjadi pengawasan kebijakan dan anggaran. Kami ingin mengingatkan bahwa warga punya perwakilan di daerah pemilihannya yang memang bertugas memastikan kebijakan berjalan dengan baik dan membuka ruang dialog dengan masyarakat," kata Efraim.Dalam sesi interaktif 'Red Flag/Green Flag: Rate and Review Hidup di Jakarta', setiap anggota DPRD diminta merespons berbagai persoalan mendasar terkait kelayakan hidup, mulai dari kualitas layanan pendidikan dan jaminan kesehatan hingga arah kebijakan sosial, tata ruang, dan transportasi publik. Masing-masing anggota diberikan bendera merah dan hijau untuk menilai suatu pernyataan. Bendera hijau menandakan setuju, sementara bendera merah menunjukkan tidak setuju. Setelah menyampaikan pilihannya, setiap anggota DPRD diminta menjelaskan alasannya, sehingga publik dapat melihat secara langsung sikap, argumentasi, dan komitmen mereka terhadap perbaikan kebijakan daerah.
"Touchbase dirancang sebagai alternatif ruang dialog pada masa reses DPRD Jakarta. Dengan pendekatan yang lebih interaktif, forum ini mengajak warga membahas proses implementasi kebijakan, termasuk pelaksanaan program dan penggunaan anggaran, langsung bersama wakil rakyatnya, melengkapi ruang partisipasi yang selama ini banyak berlangsung di media sosial," kata Efraim.
Lebih dari sekadar forum diskusi, katanya, Touchbase juga menjadi bagian dari kampanye Bijak Memantau untuk mendorong orang muda terus mengawal proses kebijakan, bahkan setelah pemilu selesai. Warga diajak untuk mengenal perwakilannya, memahami cara kerja mereka, serta menyampaikan aspirasi secara langsung dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mendorong kebijakan publik yang lebih inklusif dan responsif.
Kegiatan ditutup dengan komitmen para anggota DPRD untuk membawa dan mengawal poin-poin diskusi ke dalam agenda pembahasan di komisi masing-masing, khususnya terkait penguatan kebijakan pelayanan dasar hingga pengawasan alokasi APBD agar lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan warga dalam meningkatkan kelayakan hidup di Jakarta.










