Menlu Oman: Perdamaian dalam Jangkauan, Iran Setuju Tak Menimbun Material Nuklir

Menlu Oman: Perdamaian dalam Jangkauan, Iran Setuju Tak Menimbun Material Nuklir

Global | sindonews | Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:34
share

Iran setuju selama pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) untuk tidak pernah menimbun uranium yang diperkaya. Pernyataan itu diungkap diplomat utama Oman, yang menggambarkan perkembangan tersebut sebagai terobosan besar.

Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi juga mengatakan pada hari Jumat bahwa ia percaya semua masalah dalam kesepakatan antara Iran dan AS dapat diselesaikan "secara damai dan komprehensif" dalam beberapa bulan.

“Kesepakatan perdamaian berada dalam jangkauan kita… jika kita memberi diplomasi ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya,” kata Al Busaidi dalam wawancara dengan CBS News di Washington, DC, setelah Oman menjadi perantara putaran ketiga pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran di Jenewa pada hari Kamis.

“Jika tujuan utamanya adalah untuk memastikan selamanya bahwa Iran tidak dapat memiliki bom nuklir, saya pikir kita telah memecahkan masalah itu melalui negosiasi ini dengan menyetujui terobosan yang sangat penting yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ujar Al Busaidi.

“Menurut saya, pencapaian terpenting adalah kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki material nuklir yang dapat digunakan untuk membuat bom,” katanya.“Sekarang kita berbicara tentang nol penimbunan, dan itu sangat, sangat penting karena jika Anda tidak dapat menimbun material yang diperkaya, maka tidak mungkin Anda dapat membuat bom,” tambahnya.

Akan ada juga “verifikasi penuh dan komprehensif oleh IAEA [Badan Energi Atom Internasional]”, katanya, merujuk pada badan pengawas nuklir PBB.

Diplomat utama Oman itu juga mengatakan Iran akan menurunkan persediaan material nuklirnya saat ini ke “tingkat terendah yang mungkin” sehingga “diubah menjadi bahan bakar, dan bahan bakar itu tidak dapat diubah kembali”.

“Ini adalah sesuatu yang benar-benar baru. Ini benar-benar membuat argumen pengayaan menjadi kurang relevan, karena sekarang kita berbicara tentang nol penimbunan,” kata Al Busaidi.

Mengenai tuntutan AS baru-baru ini mengenai program rudal Iran, Al Busaidi mengatakan, “Saya percaya Iran terbuka untuk membahas semuanya.”Ketika ditanya apakah menurutnya cukup banyak hal yang telah dibahas dalam pembicaraan terbaru di Jenewa untuk mencegah serangan AS terhadap Iran, menteri tersebut mengatakan, “Saya harap begitu.”

“Kita telah benar-benar maju secara substansial, dan saya pikir, jelas, masih ada berbagai detail yang perlu diselesaikan, dan inilah mengapa kita membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk benar-benar mencoba dan mencapai tujuan utama yaitu memiliki paket kesepakatan yang komprehensif,” katanya.

“Tetapi gambaran besarnya adalah kesepakatan ada di tangan kita,” tambahnya.

Komentar menteri luar negeri tersebut disampaikan setelah ia bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Jumat dan ketika Presiden AS Donald Trump terus mengancam sambil pada saat yang sama menyatakan bahwa ia mendukung solusi diplomatik dengan Teheran.

Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak senang dengan pembicaraan terbaru yang berakhir di Jenewa.“Kami tidak begitu senang dengan cara mereka bernegosiasi,” ungkap Trump kepada wartawan di Washington, menambahkan bahwa Iran “seharusnya membuat kesepakatan”.

“Mereka akan cerdas jika mereka membuat kesepakatan,” katanya.

Trump kemudian mengatakan ia lebih suka jika AS tidak perlu menggunakan kekuatan militer, “tetapi terkadang Anda harus melakukannya.”

Pihak AS dan Iran diperkirakan akan bertemu lagi pada hari Senin di Wina, Austria, untuk negosiasi tidak langsung lebih lanjut.

Baca juga: Memanas, AS Peringatkan Warga Amerika Segera Tinggalkan Iran

Topik Menarik