Komitmen Suli Beri Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di Kupang NTT
Pendiri komunitas TWS Sulianto Indria Putra berkomitmen memberikan bantuan finansial seumur hidup untukguru honorer di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). TWS merupakan komunitas edukasi digital yang berkembang sebagai ruang pembelajaran literasi finansial, investasi, dan pengelolaan aset digital.
Bagi sebagian orang, pertumbuhan finansial adalah tujuan akhir. Namun, menurut Suli, pertumbuhan hanyalah alat bukan destinasi.
Baca juga: Kolaborasi Guru dan Siswa di Kupang: Inovasi Pembelajaran hingga Bengkel Mandiri
Di balik aktivitas tersebut, Suli memegang satu prinsip yakni keberhasilan harus memiliki dampak sosial. Prinsip itu diuji ketika dia mendengar kisah dari pedalaman Kupang.
Agustinus, seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 23 tahun menerima pemotongan gaji dari Rp600.000 menjadi Rp223.000 per bulan. Di sekolah yang sama, Wesli sebagai kepala sekolah hanya memperoleh Rp100.000 per bulan. Angka tersebut bukan sekadar nominal kecil. Itu adalah realita yang harus mereka hadapi setiap bulan untuk menghidupi keluarga. Ketika informasi itu sampai kepadanya, Suli tidak melihatnya sebagai sekadar berita sedih. Dia melihatnya sebagai tanggung jawab.
“Jika kita berbicara tentang masa depan bangsa, maka kita sedang berbicara tentang guru. Dan jika guru tidak sejahtera, kita sedang membiarkan fondasi itu rapuh,” tuturnya.
Melalui TWS, Suli menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup. Keputusan tersebut bukan langkah spontan.
Dia berdiskusi dengan tim internal dan anggota komunitas memastikan bahwa bantuan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Bagi Suli, reputasi dibangun bukan hanya melalui pencapaian, tetapi melalui konsistensi nilai. Dia percaya trust economy bukan hanya tentang kepercayaan dalam transaksi digital, tetapi juga tentang kepercayaan bahwa keberhasilan dapat membawa perubahan nyata.
Langkah sosial ini memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan Suli bahwa di balik strategi dan data, ada empati yang menjadi fondasi. Melalui inisiatif ini, dia ingin menunjukkan bahwa generasi muda pengusaha digital Indonesia mampu menghadirkan dampak yang lebih luas. Karena pada akhirnya, angka dapat berubah, tetapi kontribusi kepada manusia akan meninggalkan jejak yang lebih panjang.










