Rupiah Perkasa di Akhir Sesi, Hari Ini Sentuh Rp16.759 per Dolar AS

Rupiah Perkasa di Akhir Sesi, Hari Ini Sentuh Rp16.759 per Dolar AS

Ekonomi | sindonews | Kamis, 26 Februari 2026 - 15:52
share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan, Kamis (26/2/2026) naik 41 poin atau sekitar 0,24 ke level Rp16.759 per dolar AS. Tren penguatan kurs rupiah juga terlihat menurut data JISDOR BI, yang menguat di posisi Rp16.758/USD.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen domestik yakni pasar menilai positif tentang putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kebijakan tarif Trump langsung direspons Pemerintah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mengkaji seluruh potensi risiko pasca-keputusan tersebut, terutama terhadap implementasi perjanjian dagang Indonesia-AS.

Pemerintah memastikan, meski ada perubahan dalam kebijakan tarif Trump, perjanjian dagang Indonesia-AS tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati. Karena perjanjian bilateral memiliki mekanisme tersendiri.

Baca Juga: Bos BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Apa Penyebabnya?

Namun Pemerintah menilai kebijakan tarif 10 yang berlaku sementara selama 150 hari relatif lebih baik dibandingkan skenario sebelumnya. Selain itu, akan ada pembedaan perlakuan antara negara yang telah menandatangani perjanjian dan yang belum.

Ke depan, diplomasi dan negosiasi akan terus dilakukan secara adaptif dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama. Pemerintah memastikan implementasi perjanjian perdagangan tetap memberi manfaat konkret bagi stabilitas ekonomi dan daya saing nasional di tengah dinamika global, termasuk perubahan arah kebijakan tarif Trump.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.750 - Rp16.780 per dolar AS.

Sementara sentimen eksternal datang dari pasar yang mengamati dengan seksama perkembangan diplomatik saat para pejabat AS dan Iran bersiap untuk bertemu di Jenewa untuk membahas kembali program nuklir Teheran.

"Utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu dengan para pejabat Iran di Jenewa pada Kamis sore, saat Washington berupaya mencapai kesepakatan mengenai program nuklir dan rudal balistik Teheran," tulis Ibrahim dalam risetnya.Adapun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah mengisyaratkan bahwa resolusi diplomatik masih dapat dicapai jika kedua belah pihak berkomitmen untuk keterlibatan yang konstruktif. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa "hal-hal buruk" dapat terjadi jika kemajuan yang berarti tidak tercapai.

Baca Juga: Rupiah Keok di Rp16.829/USD saat Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun

Kemudian, pasar menilai dampak dari tarif AS yang baru diumumkan setelah putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang mengubah kerangka hukum untuk beberapa langkah perdagangan. Pengenalan bea masuk global baru hingga 15 telah menambah ketidakpastian atas prospek perdagangan global.

Selain itu, pasar telah mengurangi ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat karena para pembuat kebijakan terus menyampaikan kekhawatiran atas tekanan inflasi yang terus berlanjut.

Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, pada hari Selasa mengatakan bahwa ia berhati-hati dalam melakukan pemotongan suku bunga tanpa bukti yang jelas bahwa inflasi secara berkelanjutan kembali menuju target 2.

Topik Menarik