Begini Cara Mencegah Gula Darah Turun Drastis saat Puasa

Begini Cara Mencegah Gula Darah Turun Drastis saat Puasa

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 23 Februari 2026 - 06:30
share

Berpuasa berarti tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Bagi sebagian orang, hal ini bisa meningkatkan risiko hipoglikemia atau gula darah turun drastis.

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL. Glukosa sendiri adalah sumber energi utama tubuh, terutama bagi otak.

Jika kadarnya terlalu rendah, tubuh bisa mulai menunjukkan gejala yang cukup mengganggu, bahkan berbahaya jika tidak ditangani. Selama puasa, tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan.

Baca Juga : Waspada Kurma Israel Ganti Kemasan! Ini Panduan Beli Kurma Agar Tak Tertipu

Jika sahur terlalu sedikit, melewatkan sahur, konsumsi karbohidrat sangat minim, hingga aktivitas fisik terlalu berat di siang hari, maka kadar gula darah bisa turun lebih cepat. Apalagi bagi orang dengan diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah atau mereka yang makan tidak teratur dan memiliki gangguan hati.Gejala hipoglikemia bisa muncul tiba-tiba dan sering terasa seperti “drop” mendadak seperti gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, pusing, lemas, lapar hebat hingga terparah sampai pingsan. Jika gejala muncul saat puasa dan terasa signifikan, ini bukan sekedar lapar biasa tetapi bisa jadi tanda gula darah terlalu rendah.

Baca Juga : Selain Air Putih, Ini 7 Minuman Terbaik untuk Cegah Dehidrasi Saat Puasa

Saat berpuasa ada beberapa kelompok yang harus lebih waspada terhadap hipoglikemia di antaranya:

1. Penderita diabetes, terutama yang menggunakan insulin2. Orang dengan riwayat hipoglikemia sebelumnya3. Mereka yang memiliki penyakit hati atau gangguan hormon4. Orang yang sering melewatkan makan atau diet ekstrem

Dalam kondisi hipoglikemia, keselamatan lebih utama daripada melanjutkan puasa. Secara medis, kadar gula darah rendah perlu segera dinaikkan dengan karbohidrat cepat serap seperti jus buah, madu, permen glukosa, ataupun gula.

Maka dari itu agar puasa tetap aman, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti:

- Jangan melewatkan sahur- Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh) agar energi bertahan lebih lama- Kombinasikan dengan protein dan serat- Hindari olahraga berat saat siang hari- Bagi penderita diabetes, konsultasikan pengaturan obat dengan dokter sebelum Ramadan

Topik Menarik