Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha

Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha

Nasional | sindonews | Senin, 23 Februari 2026 - 06:48
share

Duta Besar RI untuk Singapura (2020-2025) Suryopratomo memberikan saran kepada pemerintah jika ingin target pertumbuhan ekonomi 8 persen tercapai. Menurutnya, ada empat pilar yang harus diperhatikan, satu di antaranya investasi.

"Kalau kita ingin tumbuh, kalau Indonesia ingin menjadi Indonesia Emas 2045, yang dikatakan Presiden Prabowo bahwa Indonesia tumbuh 8 persen, says sampaikan bahwa pertumbuhan adalah agregat dari belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor impor. Jadi empat itu menjadi pilar," ujar Suryopratmono dalam podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang di YouTube SindoNews, dikutip Senin (23/2/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Tommy ini, sekarang kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan 15 persen. Ditarik berapa pun pasti terbatas. Berharap belanja pemerintah jadi motor pertumbuhan pasti akan ada batasnya.

Baca Juga: Suryopratomo Ungkap Perbedaan Pejabat Singapura dengan Indonesia: Kita Cenderung Feodal

Selanjutnya, konsumsi masyarakat. "Dengan banyak layoff sekarang, kelas menengah menurun, konsumsi masyarakat juga pasti ada batasnya," kata Tommy.Tommy mengatakan, pilar ketiga yang betul-betul bisa dimanfaatkan adalah investasi. "Bagaimana supaya investasi masuk? Berikan kepercayaan kepada dunia usaha," ujarnya.

Menurut Tommy, dirinya selalu mengatakan bahwa Indonesia butuh pengusaha besar, pengusaha menengah, dan pengusaha kecil. Ketiga golongan ini tidak perlu didikotomikan.

Kata Tommy, ada dua negara di Asia yang fenomenal dari sisi ekonomi, yakni China dan Singapura. "Apa yang membuat China seperti sekarang? Karena mereka juga dorong pengusaha besarnya yang market cap-nya minimal 100 miliar dolar. China sekarang mungkin punya 10 bahkan 20 perusahaan yang mungkin market cap-nya di atas 100 miliar dolar. Kalau kita lihat Indonesia, mana perusahaan Indonesia yang punya market cap 100 miliar dolar? Ndak ada," jelasnya.

Namun, kata Tommy, secara bersamaan kita juga harus punya pengusaha menengah dan pengusaha kecil yang saling bersinergi, jangan didikotomikan. "Ini adalah satu kekuatan yang harus kita tumbuhkan. Peran negara, kalau soal keadilan, di situlah negara harus hadir untuk memungkinkan terjadinya trickle-down effect."

Pria yang berlatar belakang wartawan ini menambahkan, banyak negara seperti Kanada, mereka punya perusahaan besar, perusahaan menengah, dan perusahaan kecil, yang memberikan manfaat. "Dan tugas negara untuk mendistribusikan, melalui apa? Melalui pajak," pungkasnya.

Topik Menarik