Ramadan, Baznas Gelar Pesantren Jalan Cahaya di 11 Provinsi

Ramadan, Baznas Gelar Pesantren Jalan Cahaya di 11 Provinsi

Nasional | sindonews | Minggu, 22 Februari 2026 - 21:36
share

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menghadirkan Program Pesantren Jalan Cahaya pada Ramadan 1447 H. Program tersebut diselenggarakan di 20 titik se-Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di 11 provinsi, dengan target sekitar 2.000 peserta dari kalangan anak jalanan, komunitas punk dan preman, penyandang disabilitas, serta komunitas rentan (masyarakat terdampak bencana, pemulung, mualaf, tuna susila, tuna wisma, yatim dhuafa, lansia, keluarga prasejahtera).

Pelaksanaan perdana Pesantren Jalan Cahaya diselenggarakan di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan ini juga merupakan pembukaan dimulainya program Pesantren Jalan Cahaya Ramadan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Pesantren Kilat Internasional: Ketika Sarung dan Peci Memikat Dunia

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan program ini menjadi bagian dari komitmen Baznas menghadirkan zakat yang berdampak secara spiritual dan sosial, sejalan dengan tagline Ramadan Baznas yakni “Zakat Menguatkan Indonesia”.“Ramadan adalah momentum terbaik untuk menguatkan keimanan. Melalui Pesantren Jalan Cahaya, kami ingin memastikan zakat menjadi cahaya perubahan bagi saudara-saudara kita yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Lihat video: Presiden Prabowo Restui Pembentukan Ditjen Pondok Pesantren

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas RI, Farid Septian, menjelaskan, program ini memang dirancang untuk menjangkau komunitas yang selama ini minim akses pembinaan keagamaan formal.

“Kami ingin menyasar komunitas-komunitas yang terabaikan dari sentuhan dakwah. Harapannya mereka bisa kembali menemukan cahaya – cahaya zakat dan cahaya ilahiyah – agar semakin dekat kepada Allah SWT,” jelas Farid.

Farid menambahkan, pembinaan selama Ramadan ini akan menjadi pintu masuk untuk program lanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development, mencakup pemberdayaan ekonomi dan sosial agar perubahan yang dibangun bersifat berkelanjutan. Program ini turut menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Yayasan Insan Kudama (Kumpulan Da'i Muda) Indonesia.

Ketua Yayasan Insan Kudama Indonesia, M. Ali Mahfudz, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini, khususnya dalam mendampingi masyarakat rentan. Harapannya kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Salah satu peserta, Puji, mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan. “Alhamdulillah senang dengan adanya program BAZNAS ini. Selain beribadah di bulan Ramadan, kami bisa mempererat silaturahmi dan menimba ilmu agama. Semoga tidak hanya di bulan Ramadan saja,” ujarnya.

Melalui Pesantren Jalan Cahaya, Baznas RI menegaskan komitmennya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga zakat menjadi instrumen perubahan bagi masyarakat marjinal di berbagai daerah Indonesia.

Topik Menarik