Warganet Ungkap Sosok Mertua Dwi Sasetyaningtyas, Ternyata Birokrat Top

Warganet Ungkap Sosok Mertua Dwi Sasetyaningtyas, Ternyata Birokrat Top

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 22 Februari 2026 - 10:45
share

Sorotan publik terhadap Dwi Sasetyaningtyas belum mereda. Setelah pernyataannya di media sosial memicu kontroversi, perhatian warganet kini meluas hingga ke lingkaran keluarganya. Nama ayah mertuanya, Syukur Iwantoro, ikut terseret dalam perbincangan dan rekam jejaknya mulai dikulik.

Perhatian ini bermula ketika publik menelusuri latar belakang keluarga Dwi. Sebelumnya, ia sempat menyebut bahwa dirinya dan sang suami bukan berasal dari keluarga berada. Namun pernyataan tersebut memicu perdebatan setelah diketahui bahwa suaminya, Arya Pamungkas Iwantoro, merupakan putra dari mantan pejabat eselon I di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Baca Juga : Viral Alumninya Bangga Anak Jadi WNA, LPDP Buka Suara

Dalam beberapa kesempatan, Dwi yang dikenal sebagai penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menceritakan perjalanan studinya di Utrecht University. Ia menggambarkan latar belakang keluarganya sebagai bukan dari kalangan mampu. Namun, narasi tersebut dipertanyakan sebagian warganet setelah posisi strategis sang mertua di birokrasi terungkap ke publik.

Jejak jabatan Syukur sebagai pejabat tinggi negara dinilai sebagian pihak bertolak belakang dengan klaim kondisi ekonomi sederhana yang disampaikan Dwi. Perdebatan pun ramai di media sosial. Sejumlah pengguna mempertanyakan konsistensi cerita yang dibangun serta transparansi mengenai latar belakang keluarga sebenarnya.Baca Juga : Kontroversi Dwi Sesetyaningtyas, 5 Artis Penerima LPDP Ini Justri Jadi Inspirasi!

Tak berhenti pada jabatan, warganet juga menelusuri Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Syukur yang tercatat di Komisi Pemberantasan Korupsi. Berdasarkan data e-LHKPN tahun 2018 yang dapat diakses publik, Syukur melaporkan total kekayaan sebesar Rp3,093 miliar saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian.

Rincian harta yang tercatat antara lain tanah dan bangunan senilai Rp2,660 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp246 juta, harta bergerak lainnya Rp125 juta, kas dan setara kas Rp81 juta, serta utang sebesar Rp20 juta.

Data tersebut kembali ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Sejumlah warganet kemudian mengaitkannya dengan narasi “keluarga biasa” yang sebelumnya disampaikan Dwi. Perdebatan pun berkembang menjadi diskusi lebih luas tentang persepsi publik, transparansi, serta bagaimana latar belakang keluarga kerap menjadi sorotan ketika figur publik tengah berada di pusaran kontroversi.

Topik Menarik