Semarak Ramadan, Ada Miniatur Masjid Omar Ibn Al-Khattab Berbahan 100 Kg Cokelat

Semarak Ramadan, Ada Miniatur Masjid Omar Ibn Al-Khattab Berbahan 100 Kg Cokelat

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 22 Februari 2026 - 09:06
share

MALANG - Menyambut bulan Ramadan, sebuah miniatur masjid berbahan dasar cokelat compound dihadirkan sebagai daya tarik unik. Miniatur tersebut terinspirasi dari desain Masjid Omar Ibn Al-Khattab di Brasil. 

Proses pembuatannya diawali dengan melelehkan cokelat, kemudian dicetak menyerupai bentuk bangunan masjid. Total sebanyak 100 kilogram cokelat digunakan untuk membuat miniatur berukuran 40 x 60 sentimeter ini.

Berbagai ornamen seperti jendela, pintu, menara, dan kubah dibuat detail dan artistik. Seluruh bagian dirancang menyerupai bangunan aslinya, mulai dari warna putih masjid hingga motif lantai bercorak cokelat dan putih yang dibuat seolah menyerupai karpet masjid.

Pembuat miniatur, Chef Kurniawan Yusuf Indra, mengatakan proses pengerjaan memerlukan teknik khusus. Ia memilih Masjid Omar Ibn Al-Khattab yang berada di negara bagian Parana, ibu kota Curitiba, Brasil, karena nama masjid merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW dan termasuk salah satu masjid terbesar di negara tersebut.

“Saya ambil salah satu masjid terbesar di Brasil, namanya Omar Ibn Al-Khattab,” ujar Kurniawan saat ditemui di sela pembuatan miniatur. 

 

Menurutnya, cokelat compound dipilih karena lebih kuat dan stabil pada suhu ruang dibanding jenis cokelat lain. Teksturnya yang lebih padat juga membuat miniatur tidak mudah rapuh.

“Cokelat compound lebih tebal dan tidak mudah rusak. Di Indonesia memang lebih banyak menggunakan jenis ini karena lebih tahan di suhu ruang,” jelasnya.

Ia mengakui bagian tersulit adalah membuat detail ornamen kecil seperti jendela, pintu, dan kubah. Proses pengerjaan yang hanya berpedoman pada foto dari internet itu memakan waktu hampir satu bulan.

“Yang paling sulit detail seperti jendela, pintu, dan kubah. Total pengerjaan hampir satu bulan,” ungkapnya saat ditemui Jumat (20/2/2024).

Rencananya, miniatur masjid cokelat tersebut akan dipamerkan di restoran hotel dengan suhu ruangan 10 derajat Celsius selama Ramadan. Setelah bulan suci berakhir, cokelat akan didaur ulang untuk dibuat miniatur lainnya.

Topik Menarik