Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Krayan Dibawa ke Jakarta Besok

Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Krayan Dibawa ke Jakarta Besok

Nasional | sindonews | Kamis, 19 Februari 2026 - 20:22
share

Hendrick Lodewyck pilot pesawat charter Pelita Air registrasi PK-PAA ditemukan tewas usai pesawat yang dipilotinya jatuh di Krayan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara. Jenazah Hendrick akan dikirim ke Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril menjelaskan jenazah Hendrick sebelumnya sudah berhasil ditemukan di titik terjatuh pesawat. Hendrick yang sebelumnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Pratama Long Bawan akan kemudian diterbangkan ke Balikpapan sebelum nantinya kembali diantar ke Jakarta.

"Direncanakan besok pagi akan dilanjutkan proses evakuasi dari Long Bawan ke Balikpapan dan selanjutnya ke Jakarta untuk diserahkan ke keluarga korban," kata Syahril, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Ini Penampakan Pesawat Pengangkut BBM yang Jatuh di Kaltara

Sedianya korban hendak dievakuasi pada hari ini tak lama setelah jenazah ditemukan. Namun, karena terkendala prediksi cuaca BMKG, operasi itu pun urung dilakukan."Prediksi cuaca dari BMKG sampai dengan pukul 17.00 lokal time (WITA) tidak dapat melakukan penerbangan ke lokasi kejadian karena cuaca buruk," ungkap dia.

Seperti diketahui, pesawat charter milik Pelita Air registrasi PK-PAA terjatuh di Krayan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026). Pesawat itu baru ditemukan sekitar dua jam setelah hilang kontak.

Lihat video: Jenazah Pramugari Korban Pesawat Jatuh di Maros Dievakuasi ke RS Bhayangkara

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril pesawat lepas landas pada pukul 12.10 WITA dari Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan berdasarkan kontak dengan ATC. Adapun kontak terakhir pesawat dengan ATC tercatat pada pukul 12.14 WITA.

Setelahnya, tak ada komunikasi pesawat dengan ATC hingga akhirnya ada indikasi kejadian darurat melalui laporan warga yang melihat ada pesawat terbang dalam kondisi miring pada pukul 12.25 WITA.

"Kami menerima info dari kantor Avnav Tarakan bahwa pesawat PK-PAA diduga hilang kontak perjalanan dari Long Bawan ke Tarakan," ungkap Syahril, Kamis (19/2/2026).

Pada sekitar pukul 12.27 WITA, pesawat Susi Air dan pesawat milik TNI AU yang sudah diterbangkan sebelumnya untuk menuju lokasi kejadian mendapati sinyal ELT aktif. Sinyal ini menandakan bahwa kedua pesawat tersebut berada dalam radius tempat pesawat yang kecelakaan terjatuh.

Syahril menjelaskan lokasi jatuhnya pesawat baru ditemukan pada pukul 14.33 WIB. Pesawat ditemukan bersama pilotnya Capt Hendrik Lodewyck Adam dalam keadaan meninggal dunia.

Topik Menarik