39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami

39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami

Ekonomi | sindonews | Rabu, 18 Februari 2026 - 17:39
share

Pemerintah memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak bencana di Sumatera dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan. Selain menjamin distribusi beras, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi lahan pertanian agar produksi pangan segera pulih.

"Perlu kami sampaikan stok beras di lapangan kurang lebih 100.000 ton atau untuk tiga bulan kebutuhan di lapangan. Insyaallah sektor pertanian khususnya ketersediaan pangan di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan," ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga:29 Desa Hilang Diterjang Bencana Sumatera, Paling Banyak di Aceh

Adapun Kementerian Pertanian menyiagakan cadangan beras sekitar 100.000 ton untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah terdampak selama masa pemulihan. Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi sambil menunggu pemulihan produksi pertanian di daerah bencana.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pemulihan produktivitas lahan sawah yang rusak. Dari total sekitar 94.000 hektare sawah yang terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera, proses rehabilitasi menunjukkan perkembangan signifikan dengan sebagian lahan sudah kembali ditanami.

Amran menyampaikan, hingga saat ini sekitar 39.000 hektare lahan sawah telah ditanami kembali setelah melalui pembersihan dan perbaikan infrastruktur dasar. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat siklus tanam baru di wilayah terdampak.

Baca Juga:Pemerintah dan DPR Sepakat Bantuan Bencana Sumatera dari Diaspora di Malaysia Boleh Masuk

Proses rehabilitasi terutama berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Material longsoran yang menutupi sawah dinilai mengandung humus yang subur sehingga memudahkan petani melakukan penanaman kembali setelah perbaikan irigasi dilakukan.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran yang fleksibel untuk perbaikan saluran irigasi dan penyediaan sarana produksi pertanian. Secara nasional, stok pangan disebut berada pada posisi kuat sekitar 3,5 juta ton, yang menjadi penyangga utama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah potensi gangguan distribusi akibat bencana.

Topik Menarik