Gelar Munas ke 2, Amikraf Komitmen Jadi Jembatan Praktisi dan Akademisi
Asosiasi Media Digital, Komunikasi dan Kreatif (Amikraf) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ros-In Hotel, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu 14 Februari 2026.
Munas ke 2 Amikraf membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mengesahkan Ketua Umum terpilih, serta merumuskan program kerja organisasi ke depan. Forum ini menjadi momentum penting dalam memastikan keberlanjutan dan penguatan tata kelola Amikraf sebagai organisasi profesi di bidang media digital, komunikasi, dan kreatif.
Baca juga: KPI Minta Revisi Undang-Undang Penyiaran Dipercepat: Media Digital Tidak Ada Pengawasan
Ketua Umum Amikraf terpilih periode 2026-2031 Fajar Junaedi mengatakan, Amikraf menjadi jembatan bagi praktisi dan akademisi. Selama ini, ranah dunia usaha - industri dan ranah kampus berjalan pada koridornya masing-masing.
Akibatnya, ketika mahasiswa lulus dari perguruan tinggi, mereka tidak siap menghadapi kompetisi dunia kerja.“Melalui Amikraf, para praktisi bisa memberi kontribusi dalam penyusuan profil lulusan, yang selanjutnya oleh akademisi bisa dikembangkan menjadi outcomes learning yang menjadi acuan dalam penyusunan mata kuliah berorientasi pada outcomes based education,” katanya, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Pengaturan Media Baru Harus Segera Dibuat
Fajar melanjutkan, pada era ini tantangan digitalisasi, komunikasi, dan industri kreatif yang bersifat global, memerlukan jejaring para praktisi dan akademisi. “Amikraf adalah jembatan yang menjadi titik temu jejaring praktisi dan akademisi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Amikraf periode sebelumnya Noor Iza menegaskan, penguatan tata kelola organisasi menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan ekosistem media digital yang semakin kompleks. “Ke depan, Amikraf berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi profesional anggotanya melalui berbagai program seperti seminar, workshop, pelatihan, festival, dan pameran karya,” tuturnya.
Selain itu, asosiasi juga akan memperkuat inovasi dan jejaring kolaboratif serta mendorong advokasi kebijakan publik yang berpihak pada pengembangan profesi media digital, komunikasi, dan kreatif di Indonesia.
Melalui Munas ke-2 ini, Amikraf menegaskan langkah strategisnya untuk menjadi asosiasi profesi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.
“Dengan semangat profesionalisme dan kebersamaan, Amikraf optimistis dapat terus berkontribusi sebagai mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memajukan ekosistem industri media digital, komunikasi, dan kreatif di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.










