Srikandi Langit Angkatan Udara: Jejak Langkah Letda Tek Qorina Menembus Awan

Srikandi Langit Angkatan Udara: Jejak Langkah Letda Tek Qorina Menembus Awan

Nasional | sindonews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 08:44
share

Fajar menyingsing menyinari awan Yogyakarta dengan semburat jingga menandakan langkah Letda Tek Qorina dimulai. Baju penerbang yang rapi ia langsung kenakan, langkah tegap dan sorot mata optimistis menandakan semangat dirinya untuk menjadi penerbang handal di Wingdik 100/Terbang Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Adi Sucipto.

Deru mesin pesawat di landasan pacu membersamai tekad dirinya sebagai bagian dan Sekolah Penerbang 106. Mimpinya cukup besar, ia ingin membuktikan bahwa langit tidak memiliki batasan terhadap perempuan. Lahir di Jakarta, Korina kini tengah meniti karier sebagai calon penerbang TNI Angkatan Udara

"Perkenalkan diri, nama Letda Tek Korina. Asal dari Jakarta. Kami Sekbang Angkatan 106," kata Qorina, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Dominasi Langit: Menakar TNI AU-1 di Tengah Tradisi dan Relasi

Keinginan kuat untuk menjadi penerbang bukan tanpa alasan. Darah dirgantara mengalir dari sang ibu yang merupakan anggota Wanita Angkatan Udara (Wara) di Korps Polisi Militer (POM). Tumbuh besar di lingkungan TNI AU justru membuat dirinya tertantang untuk melampaui capaian orang tuanya. Qorina ingin membuktikan bahwa perempuan memiliki tempat di kokpit pesawat tempur."Motivasi kami pada awalnya terinspirasi dari ibu saya. Ibu saya merupakan wanita Angkatan Udara, sebagai seorang anak tentunya ingin mencapai sesuatu yang lebih dari orang tua kami," ucap dia.

Langkah dirinya mengejar mimpi sebagai penerbang tidaklah mudah. Ia harus melewati serangkaian tes yang menguras fisik dan mentalnya setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU). “Kami juga harus bisa nih seperti laki-laki, bukan malah mengecilkan diri kami. Hal-hal yang awalnya menjadi hambatan justru bisa diputar-balikkan menjadi motivasi untuk menjalani kehidupan di lingkup 106,” beber Qorina.

Lihat video: Detik-detik Pesawat Jet Tempur TNI AU Mendarat di Tol Trans Sumatera

Namun, semua itu bukanlah penghalang, bagi dirinya menjadi penerbang perempuan adalah peluang langka di tengah jumlah penerbang yang masih sangat terbatas.

"Penerbang di TNI AU saat ini di Indonesia jumlahnya masih terbatas. Jadi kami termotivasi bahwa tidak hanya laki-laki yang bisa menerbangkan pesawat. Perempuan juga bisa apabila dilatih dengan baik dan benar,” ungkap dia.

Di Angkatan 106, ia hanya bersama satu rekan perempuan lainnya, Letda Ari. Meski demikian, hal tersebut justru menjadi bahan bakar guna menunjukkan performa terbaik tanpa adanya diskriminasi."Tentunya jadi, kami sebagai wara, sebagai perempuan hidup di lingkungan laki-laki ini sedikit banyak harus banyak beradaptasi. Awalnya kami bisa atau tidak ya? Ternyata begitu dijalani kami bisa menyesuaikan dengan laki-laki dengan tanpa adanya diskriminasi,” tambah dia.

Kini, ia tengah menanti hasil penjurusan yang ditetapkan meski secara pribadi hatinya lebih condong ke pesawat Fixwing kategori angkut. Tapi sebagai prajurit, ia harus selalu siap untuk ditempatkan di mana saja demi tugas negara.

"Kalau kami pribadi kami lebih cenderung ke Fixwing. Ke Angkut lebih tepatnya. Namun kami siap ditempatkan di mana saja,” cetus Qorina.

Latihan simulator pesawat yang harus ia jalani selama berjam-jam setiap harinya menjadi tantangan yang paling terasa. Sebab, latihan tersebut sangat krusial guna meminimalisir kesalahan sekecil apapun saat melakukan penerbangan sungguhan.

"Jadi sebelum kami bisa membuat satu kali muter di atas, pastinya kami harus tahu gimana prosedurnya dulu di bawah, kami baca dulu bukunya bisa melatihkan di simulator,” tutur Qorina.

Seragam oranye yang ia kenakan masih menandakan statusnya sebagai siswa. Namun, dalam waktu dekat, ia berharap dapat menanggalkan seragam tersebut dan berganti dengan seragam hijau kebanggaan penerbang agar langsung bersiap mengawal kedaulatan dirgantara Indonesia.

"Ketika nanti sudah fix menjadi penerbang, seragamnya tidak lagi warna yang orange, warna hijau seperti instruktur kami yang ada," tutup dia.

Topik Menarik