Produksi Cabai Surplus, Mentan Jamin Stok Ramadan Aman hingga Lebaran
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan aneka cabai dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, menyusul produksi di Provinsi Jawa Barat yang melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat. Berdasarkan neraca komoditas, surplus pasokan tercatat signifikan baik untuk cabai rawit maupun cabai besar.
"Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan aneka cabai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan produksi di daerah sentra, pengendalian distribusi, serta koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal," ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga:Hadapi Ramadhan dan Lebaran, Bulog Aceh Pastikan Pasokan Pangan Surplus
Neraca cabai di Jawa Barat mencatat produksi cabai rawit pada Februari 2026 mencapai 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton, menghasilkan surplus 17.885 ton. Angka itu diprediksi melonjak pada Maret dengan produksi 78.963 ton dan kebutuhan 23.946 ton, sehingga kelebihan pasokan bertambah menjadi 55.018 ton.
Adapun untuk cabai merah atau cabai besar, produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan kebutuhan 23.858 ton, surplus 8.540 ton. Pada Maret mendatang, produksi diperkirakan mencapai 38.703 ton dan kebutuhan 27.740 ton, menghasilkan surplus 10.962 ton.
Sebagai salah satu sentra produksi nasional, Jawa Barat ditopang oleh luas panen yang memadai di sejumlah kabupaten. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan luas panen cabai di Kabupaten Bandung mencapai 400 hektare, Kabupaten Garut 485 hektare, dan Kabupaten Sumedang 250 hektare.
Baca Juga:Ketersediaan Telur Dipastikan Aman Sampai Lebaran 2026, Bapanas: Stok Nasional Banyak
Pemerintah optimistis kondisi surplus ini mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai di pasaran, terutama saat permintaan meningkat menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Lebaran. Selain penguatan produksi, pengendalian distribusi dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mengantisipasi potensi hambatan di rantai pasok.
Dengan stok yang melimpah sejak dini, masyarakat diimbau tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Kementerian Pertanian memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi di lapangan guna menjaga keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat.










