BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham

BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham

Ekonomi | sindonews | Kamis, 12 Februari 2026 - 12:00
share

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan telah menjalin komunikasi intensif dengan lembaga penyedia indeks global, MSCI, jauh sebelum terjadinya gejolak pasar saham awal tahun ini. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga iklim investasi dan memitigasi risiko terkait publikasi indeks saham Indonesia.

"Kami sudah lima kali melakukan pertemuan dengan MSCI. Dan di awal Januari sudah ada sesuatu yang kita deliver, yaitu pembagian antara investor tipe korporat dan lain-lain menjadi yang di atas dan di bawah 5," ujar Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam diskusi di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga:Lusa, BEI dan OJK Kembali Gelar Pertemuan dengan MSCI

Jeffrey menjelaskan otoritas bursa sebenarnya telah melakukan mitigasi risiko sejak publikasi MSCI dirilis pada Januari 2026. Namun, dinamika internal yang tidak terprediksi di tubuh otoritas pasar modal membuat perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terimbas hingga mengalami penghentian perdagangan sementara atau trading halt.

Kondisi tersebut diperumit dengan adanya perubahan struktur organisasi yang signifikan di sektor pasar modal. Setelah pasar mengalami koreksi tajam pada 29 Januari, Direktur Utama BEI memutuskan mengundurkan diri, yang kemudian disusul oleh sejumlah pejabat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski demikian, Jeffrey menegaskan bahwa operasional bursa tetap berjalan normal melalui berbagai langkah taktis.Baca Juga:Gurita Bisnis Moody's dan MSCI, Benarkah Dikendalikan Bankir Dunia?

Hingga saat ini, BEI terus berupaya menormalkan dinamika bursa melalui reformasi integritas pasar modal. Komunikasi dengan MSCI pun terus berlanjut secara maraton, termasuk pertemuan yang dilakukan pada awal Februari untuk menyerahkan dokumen teknis sebagai tindak lanjut atas persyaratan global yang diminta. Jeffrey memastikan mekanisme internal BEI tetap solid guna menjamin seluruh operasional dan proses pengambilan keputusan tidak terganggu oleh transisi kepemimpinan.

"Tentu yang kami lakukan adalah memastikan mekanisme internal kami berjalan, sehingga seluruh operasional dan pengambilan keputusan di Bursa Efek Indonesia tidak terganggu. Dan itu sudah terjadi sampai dengan hari ini," imbuhnya.

Dalam pertemuan terbaru dengan MSCI pada Rabu (11/2), BEI kembali menegaskan komitmennya melalui tiga rencana aksi yang telah disusun sebelumnya. Komitmen tersebut juga ditambah dengan satu inisiatif baru yang mengacu pada standar global untuk memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di mata investor internasional.

Topik Menarik