Transformasi PLN Mobile, Jadi Kantor Mini Mengubah Wajah Layanan Listrik

Transformasi PLN Mobile, Jadi Kantor Mini Mengubah Wajah Layanan Listrik

Ekonomi | sindonews | Kamis, 12 Februari 2026 - 13:23
share

Di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, booth PLN tidak hanya memamerkan perangkat pengisian kendaraan listrik. Di sana narasi yang lebih besar sedang dibangun yakni transformasi digital layanan kelistrikan melalui PLN Mobile. Aplikasi yang dulu sekadar kanal informasi kini menjelma menjadi super apps, sebuah “kantor mini” PLN yang berada di genggaman pelanggan.

Executive Vice President (EVP) Pelayanan Pelanggan Retail PLN Joni mengenang kembali masa ketika setiap urusan kelistrikan harus dilakukan di loket. “Dulu pelanggan harus datang ke kantor PLN, entah ke cabang atau rayon. PLN Mobile awalnya hanya aplikasi sederhana, fiturnya terbatas dan belum masif digunakan,” katanya, Kamis (12/2/2026). Baca juga:Kemenhub Sosialisasikan Sertifikasi Bengkel Kustom di IIMS 2026, Motor Modifikasi bisa Dilegalkan

Perlahan, wajah itu berubah. Pada 2021 jumlah pengunduh masih sekitar 500 ribu. Kini, lebih dari 69 juta pengguna telah mengunduh aplikasi tersebut. “Yang masih aktif terdaftar sekitar 9 juta. Angka ini menunjukkan bagaimana kepercayaan publik tumbuh seiring perbaikan layanan,” lanjutnya.

Menurut Joni, keunggulan utama PLN Mobile terletak pada integrasi. Dari proses paling awal seperti permohonan pasang baru, perubahan daya, pencatatan meter melalui fitur SWACAM, hingga pembayaran rekening listrik, semuanya tersedia dalam satu platform. “End to end, pelanggan mendapatkan layanan terintegrasi tanpa harus ke mana-mana,” tambahnya.

Bahkan, aplikasi kini merambah kebutuhan non-kelistrikan. Terdapat fitur marketplace untuk produk ketenagalistrikan, menjadikan PLN Mobile bukan sekadar alat transaksi, melainkan ekosistem digital.Kehadiran PLN di IIMS 2026 mempertegas peran PLN Mobile dalam ekosistem EV. Di tengah maraknya produsen kendaraan listrik, aplikasi ini menjadi jembatan antara kebutuhan pengguna dan infrastruktur pengisian. “Bagi pengguna EV yang ingin memasang home charging bisa lewat PLN Mobile. Saat perjalanan antar kota dan butuh SPKLU, juga bisa dilihat di aplikasi,” ujarnya.

Fitur Trip Planner menjadi andalan. Pengguna dapat merancang rute mudik, mengetahui lokasi SPKLU, kapasitas baterai, hingga antrean pengisian. “Pertanyaan seperti ‘di mana saya ngecas?’ atau ‘bagaimana kalau antre?’ terjawab di sini,” tuturnya.

Salah satu pengunjung, Bagus Kusuma, menilai kehadiran PLN Mobile sangat membantu calon pengguna kendaraan listrik. Ia menyebut masih banyak produsen kendaraan yang belum terintegrasi dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). “Kita disini ada pertanyaan-pertanyaan tentang biaya pemasangan SPKLU sendiri di rumah, ataupun varian-variannya,” katanya.

Pengunjung IIMS 2026 lainnya, Brian Aditya Yuda, mengaku sengaja mendatangi booth PLN untuk mengetahui layanan yang ditawarkan selain kendaraan listrik. Ia juga berharap jumlah SPKLU terus bertambah, terutama di rest area dan kota-kota besar menjelang periode mudik Lebaran. Baca juga:YLKI: Aplikasi PLN Mobile Bangun Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Publik

Pengunjung lainnya, Suheri, mengaku tertarik mendatangi booth PLN setelah mengetahui mobil listrik yang diminatinya belum termasuk layanan pemasangan kelistrikan. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci di booth PLN.

“Tadi sudah lumayan tertarik sama satu mobil, ternyata itu belum include sama pemasangan PLN-nya. Jadi aku ke sini tanya-tanya, dibantu sama beberapa sales di sini terkait dengan pemasangan KWH-nya. Terus aku juga mau tahu pengajuan itu kayak bagaimana sih,” tuturnya.

Topik Menarik