Penembakan Massal Terjadi di Sekolah Kanada, 9 Orang Tewas

Penembakan Massal Terjadi di Sekolah Kanada, 9 Orang Tewas

Global | sindonews | Rabu, 11 Februari 2026 - 12:22
share

Beberapa orang tewas, termasuk tersangka pelaku, setelah penembakan massal di Sekolah Menengah Tumbler Ridge di timur laut British Columbia pada Selasa siang, menurut polisi. Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) menanggapi penembakan di sekolah menengah pedesaan tersebut sekitar pukul 13.20 waktu setempat.

Kepolisian mengeluarkan peringatan darurat lokal yang memerintahkan warga berlindung di tempat.

Enam orang ditemukan tewas di dalam gedung sekolah, sementara satu korban lainnya meninggal saat dibawa ke rumah sakit, pihak berwenang mengkonfirmasi. Dua orang lagi ditemukan tewas di satu kediaman yang diyakini terkait dengan insiden tersebut.

Tersangka pelaku penembakan telah dipastikan tewas di tempat kejadian. RCMP mengatakan individu tersebut ditemukan dengan luka yang diyakini sebagai luka yang ditimbulkan sendiri.

Peringatan darurat awal menggambarkan tersangka sebagai seorang wanita yang mengenakan gaun dengan rambut cokelat, meskipun polisi belum segera merilis identitas yang dikonfirmasi.Fasilitas medis setempat merawat puluhan orang yang terluka, meskipun tingkat keparahan sebagian besar luka belum diungkapkan. Laporan media menunjukkan sekitar 25 orang sedang diperiksa di pusat medis setempat.

Berbicara dalam konferensi pers virtual, Kepala Kepolisian RCMP, Inspektur Floyd, mengatakan para penyelidik belum dapat menentukan apa yang mungkin menjadi motif serangan tersebut dan memperingatkan agar tidak berspekulasi.

Ia juga menolak menyebutkan berapa banyak korban yang merupakan anak-anak atau orang dewasa, atau apakah pelaku penembakan adalah anak di bawah umur atau orang dewasa.

“Kami sedang mengikuti semua petunjuk untuk mencoba menentukan keterkaitan dengan pelaku penembakan,” katanya. “Saya pikir kita akan kesulitan untuk menentukan ‘mengapa’, tetapi kita akan mencoba yang terbaik untuk menentukan apa yang terjadi.”

RCMP mengerahkan petugas tambahan dari detasemen terdekat dan Tim Tanggap Darurat Distrik Utara. Setelah beberapa jam aktivitas tanggap darurat, perintah untuk berlindung di tempat dicabut sekitar pukul 18.45, dan warga diizinkan melanjutkan aktivitas normal.

Tumbler Ridge adalah komunitas terpencil dengan sekitar 2.400 penduduk. Para pemimpin dan warga setempat menggambarkan komunitas tersebut sebagai "sangat erat", dan para pemimpin agama serta para profesional kesehatan mental menawarkan dukungan kepada keluarga yang terkena dampak tragedi tersebut.

Baca juga: Eks Komandan IRGC Ungkap Arab Saudi Sudah Punya Senjata Nuklir, AS dan Israel Tahu

Topik Menarik