Siaga AS Serang Iran, Inggris Kerahkan 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Siprus
Inggris telah mengerahkan enam jet tempur siluman F-35B lagi ke pangkalan Angkatan Udara-nya di Akrotiri, Siprus. Langkah ini sebagai aksi siaga London jika Amerika Serikat (AS) nekat melancarkan serangan baru terhadap Iran yang bisa memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Mengutip dari surat kabar The Times, Minggu (8/2/2025), total enam jet tempur F-35B berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Marham, Norfolk, menuju Siprus pada hari Jumat. Laporan itu menyebutkan bahwa jet-jet tempur itu akan menjalankan misi mempertahankan pangkalan Inggris jika situasi di kawasan tersebut menjadi "panas".
Baca Juga: Iran: Israel Bebas Perluas Persenjataan Militer, tapi Paksa Negara-negara Lain Lucuti Senjata
Jeffrey Epstein Diminta Awasi dengan Cermat Arab Saudi saat Pembersihan Elite di Ritz Carlton
Pemerintah Inggris, lanjut laporan itu, memiliki kekhawatiran bahwa AS dapat menyerang Iran dan menjerumuskan kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas, dan bahwa jet-jet tempur F-35B tersebut sekarang bergabung dengan armada jet tempur Typhoon yang sudah ditempatkan lebih dulu di Siprus untuk misi di atas Irak dan Suriah.
Total empat jet tempur Typhoon yang berbasis di Akrotiri telah dikerahkan ke Qatar bulan lalu menyusul permintaan dari pemerintah Qatar atas kekhawatiran terkait meningkatnya ketegangan regional.Penguatan pasukan Inggris di Siprus terjadi setelah delegasi dari AS dan Iran mengadakan pembicaraan di Oman mengenai program nuklir Iran pada hari Jumat. Meskipun Presiden AS Donald Trump menggambarkan perundingan tersebut sebagai “sangat baik”, kekhawatiran tetap ada bahwa jika perundingan berakhir tanpa hasil, eskalasi militer mungkin masih terjadi.“Kita akan bertemu lagi awal pekan depan, dan mereka ingin membuat kesepakatan, Iran, sebagaimana seharusnya mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump, sebelum memperingatkan “konsekuensi berat” jika kesepakatan tidak tercapai.
Dia kemudian mengumumkan tarif 25 persen untuk impor dari negara mana pun yang secara langsung atau tidak langsung membeli barang dari Iran, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga berupaya menetapkan "garis merah" Teheran.
Araghchi mengatakan program rudal Iran tidak pernah bisa dinegosiasikan saat berbicara kepada saluran televisi Al Jazeera pada hari Sabtu, sebelum kemudian mengatakan, “Rudal tidak pernah bisa dinegosiasikan karena itu adalah masalah pertahanan."
Sementara itu, situs berita Israel; Ynet, melaporkan bahwa komandan Angkatan Udara negara itu, Tomer Bar, dan kepala intelijen militer Shlomi Binder mengadakan diskusi panjang dan penting pada hari Jumat, menyetujui dan menyelesaikan rencana operasional untuk kemungkinan tindakan terhadap Iran.
Media itu juga melaporkan, "Jika AS menyerang Iran, Israel dapat mengambil bagian dalam skenario tersebut."Keberadaan pangkalan-pangkalan Inggris di Siprus semakin menonjol dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Inggris sebelumnya telah memperkuat kehadiran militernya di pulau itu pada musim panas Juni lalu sebagai respons terhadap saling serang rudal antara Iran dan Israel.
Pada saat itu, wakil menteri negara untuk angkatan bersenjata negara tersebut, Luke Pollard, mengatakan bahwa ada sekitar 14 jet tempur Typhoon Inggris yang ditempatkan di pangkalan Akrotiri milik Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Inggris.
Namun, dia menekankan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan bom yang dilakukan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada saat itu.
Awal tahun lalu, dilaporkan bahwa AS mungkin akan meminta izin kepada Inggris untuk menempatkan pesawat di Siprus untuk serangan di masa mendatang terhadap Iran. Laporan tersebut muncul setelah Iran memperingatkan AS, Inggris, dan Prancis bahwa pangkalan dan kapal mereka di kawasan itu akan menjadi sasaran jika mereka membantu menghentikan serangan rudal Iran terhadap Israel.
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, David Lammy, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri negara tersebut, mengatakan bahwa pangkalan-pangkalan negara itu di Siprus "sangat penting saat ini".
Baru-baru ini, Siprus kemungkinan menjadi landasan peluncuran serangan yang dilakukan oleh RAF terhadap target ISIS di Suriah bulan lalu, sementara mantan pemimpin Partai Buruh negara itu, Jeremy Corbyn, mengatakan dalam dua kesempatan minggu ini bahwa pangkalan Akrotiri digunakan untuk mengirimkan persenjataan ke Israel.










