Negara NATO Ini Tiba-tiba Nyatakan Ukraina sebagai Musuh, Ini Penyebabnya

Negara NATO Ini Tiba-tiba Nyatakan Ukraina sebagai Musuh, Ini Penyebabnya

Global | sindonews | Minggu, 8 Februari 2026 - 09:19
share

Hongaria, salah satu negara NATO, telah menyatakan Ukraina sebagai musuh. Musababnya, Kyiv menuntut Budapest agar berhenti membeli minyak dan gas murah dari Rusia.

Deklarasi Ukraina sebagai musuh ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban. Meski sebagai pemimpin negara Uni Eropa dan NATO, Orban menolak memusuhi Moskow sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022.

Budapest telah menolak upaya Uni Eropa untuk secara bertahap menghentikan pasokan energi Rusia sebagai bagian dari sanksi yang dikenakan pada Moskow atas perangnya melawan Kyiv.

Baca Juga: Finlandia Menentang Jaminan Keamanan Mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina

Berbicara pada kampanye di kota Szombathely pada hari Sabtu, Orban menuduh Ukraina merusak keamanan Hongaria."Ukraina harus menghentikan tuntutan terus-menerus mereka di Brussels untuk memutuskan hubungan Hongaria dari energi Rusia yang murah," kata Orban.

“Selama Ukraina menuntut agar Hungaria diputus dari energi murah Rusia, Ukraina bukan hanya lawan kami, Ukraina adalah musuh kami,” katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (8/2/2026).

Orban mengulangi penentangannya terhadap bergabungnya Ukraina ke Uni Eropa, dengan alasan bahwa aliansi militer atau ekonomi dengan Kyiv akan menyebabkan masalah.

Pada Senin lalu, Hongaria mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan gugatan terhadap blok Eropa tersebut atas apa yang disebutnya sebagai larangan membeli minyak dan gas Rusia dan menggambarkan larangan itu sebagai "bunuh diri".

Komisi Eropa saat ini sedang membahas paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, yang mencakup larangan layanan maritim untuk minyak mentah Rusia. Bulan lalu, Dewan Eropa menyetujui peta jalan untuk mengakhiri semua pasokan gas Rusia yang tersisa pada akhir tahun 2027.

Tidak seperti banyak anggota Uni Eropa lainnya, Hongaria menolak untuk mengirim senjata ke Ukraina dan telah mendesak blok Eropa tersebut untuk memprioritaskan resolusi diplomatik atas perang Rusia-Ukraina. Orban juga memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memicu perang habis-habisan antara NATO dan Rusia.

Topik Menarik