Purbaya: Ekonomi Indonesia Solid, Lebih Unggul dari Banyak Negara
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur positif di tengah ketidakstabilan global yang masih tinggi. Ia menilai kinerja ekonomi nasional relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain.
"Dalam konteks global, posisi Indonesia lebih baik dari banyak negara. Pada kuartal III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 5,04, lebih tinggi dibandingkan dengan banyak negara," katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga:KPK OTT Pejabat Pajak, Purbaya Tak Akan Minta Tolong Presiden
Menurut Purbaya, capaian tersebut mencerminkan mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang masih solid, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, serta transformasi industri tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menambahkan, di tengah kondisi global yang diliputi ketidakpastian, Indonesia masih dipersepsikan positif sebagai negara emerging economy dengan kombinasi pertumbuhan yang relatif tinggi, stabilitas harga yang terjaga, serta risiko ekonomi yang terkendali."Dengan situasi global yang mulai lebih bersahabat dari sisi suku bunga dan posisi relatif Indonesia yang semakin kuat dalam global supply chain, kita berada pada jalur yang tepat untuk menjaga momentum ekspansi ekonomi yang berkelanjutan, tentunya dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko yang kita hadapi," tegasnya.
Purbaya menilai kondisi global mulai menunjukkan perbaikan, terutama dari arah kebijakan suku bunga yang cenderung lebih akomodatif, sehingga membuka ruang bagi ekspansi aktivitas ekonomi dunia.
Baca Juga:Purbaya soal KPK OTT Pegawai Pajak di Banjarmasin: Pintu Masuk Pembenahan Sistem
Meski demikian, ia mengingatkan ruang akselerasi pertumbuhan global pada 2026 masih terbatas akibat berbagai risiko, mulai dari dinamika geopolitik, persaingan sumber daya strategis, perbedaan kebijakan moneter, keterbatasan fiskal, hingga risiko perubahan iklim dan disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan.
Ia juga mengungkapkan sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global yang moderat. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan global naik tipis dari 2,3 pada 2025 menjadi 2,4 pada 2026, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan global dari 3,2 menjadi 3,1.
"Proyeksi Fed Fund Rate dalam tren penurunan ke 3,5 pada 2026 dan 3,0 dalam jangka panjang. Potensi aliran likuiditas modal ke emerging market akan meningkat, namun volatilitas jangka pendek harus terus diantisipasi," ungkap Purbaya.










