Dirut BRI Optimistis Kejar Target 60.000 KPR Subsidi di 2026

Dirut BRI Optimistis Kejar Target 60.000 KPR Subsidi di 2026

Ekonomi | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 21:35
share

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan peningkatan signifikan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pada 2026. Bank pelat merah tersebut membidik pembiayaan hingga 60.000 unit rumah subsidi sebagai bagian dari dukungan terhadap program perumahan nasional.

"KPR subsidi tadi kami sudah sampaikan, sudah dikasih target baru, tahun lalu kita menyalurkan sekitar 36.000, tahun ini mungkin 60.000 ya, naik ke 60.000," ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat ditemui di Gedung BRI I, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, BRI Raih Penghargaan dalam Puncak Hari Desa Nasional 2026

Hery menjelaskan, target tersebut sejalan dengan penugasan pemerintah dalam penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk 2026, target nasional penyaluran rumah subsidi melalui FLPP ditetapkan tetap sama seperti 2025, yakni sebanyak 350.000 unit.

Pada 2025, realisasi pembiayaan rumah subsidi oleh BRI mencapai sekitar 36.000 unit. Capaian tersebut melonjak sekitar 100 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 16.000 unit."Kami bersyukur bahwa di tahun 2025 yang lalu, Desember, peningkatannya adalah 100 persen. Dan kita sudah menyalurkan lebih dari Rp16 triliun pembiayaan rumah bersubsidi. Dan harapannya dari tahun ini target dari Pak Menteri (PKP) sudah mencapai target lagi 100 persen lagi naik," kata Hery.

Menurut Hery, optimisme BRI dalam mengejar target tersebut tidak semata didorong oleh aspek bisnis, melainkan juga komitmen perseroan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"BRI adalah bank rakyat Indonesia. Jadi bank rakyat yang memang banyak menjalankan bisnis terkait dengan seperti misalnya KUR yang bersubsidi, kemudian terkait juga dengan rumah untuk masyarakat berhasil yang rendah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa capaian penyaluran perumahan subsidi bagi MBR terus menunjukkan tren peningkatan, seiring dukungan kuat dari perbankan nasional, termasuk BRI.Baca Juga:CEO BRI Hadir di WEF 2026, Beberkan Tantangan Pembiayaan Berkelanjutan di Emerging Markets

Maruarar menyampaikan apresiasi atas kontribusi BRI yang dinilai mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam penyaluran KPR subsidi. Ia menyebut pembiayaan rumah subsidi oleh BRI meningkat sekitar 100 persen dari 16.000 unit pada 2024 menjadi sekitar 32.000 unit pada 2025.

"Karena BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 itu ada 16.000 (unit rumah) yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32.000 (unit rumah). Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar. Pak Dirut, saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," kata Maruarar.

Ia menambahkan, capaian puluhan ribu unit rumah subsidi tersebut berarti membuka akses hunian layak bagi berbagai kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, mulai dari petani, nelayan, buruh, hingga pekerja sektor informal, yang dapat memiliki rumah melalui dukungan pembiayaan perbankan.

Topik Menarik