PPATK Ungkap Pemain Judi Online Mayoritas Berpenghasilan di Bawah Rp5 Juta
Jet tempur Rafale diketahui digunakan India untuk melakukan serangan ke Pakistan. Menurut laporan, jet tersebut merupakan salah satu pesawat yang ditembak jatuh Pakistan.
Menurut sumber keamanan Pakistan, Angkatan Udara India kehilangan lima jet tempur dan satu pesawat nirawak setelah ditembak pasukan Pakistan sebagai respons atas serangan militer India.
Sumber tersebut menyebutkan tiga jet Rafale produksi Prancis, satu MiG-29, dan satu SU-30 berhasil ditembak jatuh dalam aksi pertahanan diri.
Selain itu, satu drone Heron milik India juga berhasil ditembak. Informasi ini dikonfirmasi seorang pejabat tinggi pemerintah Pakistan.
Namun, tidak ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi jatuhnya pesawat atau metode penembakan yang digunakan. Sebelumnya, pihak Pakistan melaporkan telah menembak jatuh tiga pesawat tempur dan satu drone.
Spesifikasi Jet Tempur Rafale
Dassault Rafale adalah jet tempur generasi 4.5 buatan Prancis yang dirancang dan diproduksi Dassault Aviation.Jet ini dikenal sebagai pesawat tempur multirole atau "omnirole" karena mampu menjalankan berbagai misi udara dalam satu penerbangan.
Rafale pertama kali terbang pada tahun 1986 sebagai bagian dari program pengembangan pesawat tempur baru yang menggantikan beberapa jenis pesawat lama di Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis.
Produksi aktifnya dimulai pada tahun 2001, dan sejak saat itu, jet ini terus disempurnakan untuk mengikuti perkembangan teknologi militer modern.
Jet ini hadir dalam beberapa varian utama: Rafale B (versi tandem dua kursi untuk Angkatan Udara), Rafale C (versi kursi tunggal untuk Angkatan Udara), dan Rafale M (versi berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut).
Ketiga varian tersebut memiliki kemampuan tempur yang hampir identik, dengan perbedaan pada sistem operasional dan kebutuhan struktural.
Dari sisi dapur pacu, Rafale ditenagai oleh dua mesin turbofan Snecma M88 yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum Mach 1.8 (sekitar 2.222 km/jam) dan jangkauan hingga 3.700 km dengan tangki bahan bakar eksternal.
Desainnya yang ramping dan penggunaan teknologi fly-by-wire memberikan kelincahan luar biasa dalam pertempuran udara.
Rafale juga memiliki sistem avionik canggih yang mencakup radar AESA Thales RBE2, sensor elektro-optik OSF (Optronique Secteur Frontal), dan sistem peperangan elektronik SPECTRA.
Perpaduan teknologi ini memungkinkan Rafale untuk mendeteksi, menghindari, bahkan mengganggu radar musuh secara efektif dalam pertempuran modern.
Jet ini dapat membawa berbagai macam senjata, mulai dari rudal udara-ke-udara seperti MICA dan Meteor, rudal udara-ke-darat seperti SCALP EG, hingga bom pintar dan senjata nuklir.
Rafale juga dilengkapi dengan meriam internal GIAT 30 kaliber 30 mm, menjadikannya pesawat tempur serba bisa di segala medan.
Dalam hal kemampuan operasional, Rafale mampu beroperasi dalam segala cuaca, siang atau malam, dan bisa diisi bahan bakar di udara.
Jet ini juga kompatibel dengan berbagai sistem NATO, menjadikannya sangat fleksibel dalam operasi gabungan atau misi multinasional.
Kesuksesan Rafale tidak hanya terbatas di Prancis. Jet ini telah diekspor ke sejumlah negara seperti India, Mesir, Qatar, dan Indonesia.










