Konflik Memanas, Ruben Onsu dan Sarwendah Sama-Sama Berpotensi Kehilangan Hak Asuh Anak
JAKARTA - Perseteruan panas antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang tak kunjung mereda di ruang publik akhirnya menuai sorotan tajam dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Aksi saling serang di media sosial dinilai memberikan contoh buruk sekaligus ancaman nyata bagi kondisi psikis anak-anak mereka.
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, melayangkan kecaman keras terhadap sikap kedua figur publik tersebut yang dinilai tidak pantas dipertontonkan ke khalayak luas.
"Kami mengecam keras kedua belah pihak, apakah Ibu SW atau Bapak RO, yang sudah terus-menerus saling menyerang di ruang publik dan tidak patut dicontoh," ujar Agustinus Sirait dalam konferensi pers di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Komnas PA menaruh kekhawatiran mendalam terhadap kesehatan mental serta tumbuh kembang buah hati mereka. Agustinus menegaskan, negara memiliki payung hukum yang kuat untuk turun tangan jika perselisihan orang dewasa terbukti mengorbankan sang anak.
"Apabila perselisihan kedua orang dewasa terbukti membahayakan kesehatan mental, fisik, maupun tumbuh kembang anak secara serius, negara memiliki kewenangan hukum penuh untuk mengambil langkah perlindungan," tegasnya.
Bahkan, bukan tidak mungkin hak asuh anak Sarwendah dan Ruben Onsu bakal dicabut oleh negara. Agustinus membeberkan preseden serupa yang pernah diputuskan pengadilan di daerah lain.
"Kemarin di Padang sudah ada vonis untuk orang tua dicabut hak asuh anaknya, tanpa menghilangkan kewajiban sebagai orang tua," beber Agustinus.
Langkah tegas tersebut kini ikut menjadi bahan pertimbangan Komnas PA jika keduanya tetap bersikeras mengumbar konflik pribadi di ranah publik.
"Tentu ini yang akan kami pikirkan, karena ini adalah contoh buruk orang dewasa yang setiap hari mempertontonkan saling serang-menyerang di ruang publik," imbuhnya.
Ia kembali menegaskan bahwa opsi pencabutan hak asuh sangat terbuka lebar demi kepentingan terbaik bagi anak.
"Memungkinkan bisa (hak asuh dicabut), kalau negara nanti melihat bahwa sering terjadi berulang kekerasan psikis untuk anak," pungkas Agustinus.
Sebagai informasi, polemik ini mencuat ke Komnas PA setelah Sarwendah melayangkan aduan resmi terkait sengketa hak asuh anak dengan Ruben Onsu untuk meminta perhatian atas nasib dan kondisi psikologis anak-anak mereka.








