Dokter Tompi Dirujak Gegara Usul Orangtua Patungan untuk Tambahan Gaji Guru

Dokter Tompi Dirujak Gegara Usul Orangtua Patungan untuk Tambahan Gaji Guru

Seleb | okezone | Minggu, 27 September 2026 - 13:15
share

JAKARTA - Dokter sekaligus musisi Tompi tengah menjadi sorotan di media sosial. Hal itu terjadi setelah ia mengusulkan agar orangtua siswa membuat inisiatif patungan tambahan untuk membantu memberikan dukungan finansial bagi guru.

Gagasan tersebut disampaikan Tompi melalui akun Threads miliknya pada Jumat (25/9/2026). Ia mengaku terpikir untuk mencari alternatif dukungan bagi guru di tengah anggapannya bahwa mengandalkan pemerintah cukup sulit.

“Kepikiran aja ni. Karena ngarepin dari pemerintah kayaknya syulit. Mungkin gak ya. Kalau di setiap sekolah itu perhimpunan ortu bikin inisiasi ‘patungan tambahan’ untuk jadi supporting financial guru,” tulisnya.

Usulan tersebut ternyata langsung menuai respons dari warganet dengan cepat. Mereka kemudian mempertanyakan gagasan Tompi meminta orang tua kembali mengeluarkan uang untuk membantu kebutuhan finansial guru.

Bahkan, ada netizen yang memberikan komentar bernada sindiran kepada Tompi.

“Dokter kok oon sih,” tulis akun jenny****.

Warganet juga mempertanyakan kembali peran pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat jika kebutuhan guru juga harus ditanggung melalui patungan orang tua.

Ada juga yang menyoroti kerapnya pengumpulan donasi di Indonesia untuk menangani berbagai masalah yang terjadi, termasuk bencana alam.

“Lah enak aja!! Ortu udah bayar pajak disuruh patungan buat guru. Terus pemerintah ngapain? Bayarin ani-aninya oplas di klinikmu, dok?” tulis akun selly****.

“Bencana nyari donasi, gaji guru nyari donasi. Kalau gitu buat apa ada pajak?” tulis akun reres***.

Hingga kini usulan Tompi masih memicu perdebatan di media sosial. Usulan mengenai patungan tambahan dari orang tua siswa menjadi sorotan karena menyentuh persoalan pendanaan pendidikan dan kesejahteraan guru.

Tompi sendiri dalam unggahan tersebut menyampaikannya dalam bentuk pertanyaan mengenai kemungkinan sebuah inisiatif, bukan menjelaskan skema atau kewajiban patungan yang harus diterapkan di sekolah.

Hingga kini Tompi juga belum memberikan respons lebih lanjut atas komentar yang dilontarkan warganet.

Topik Menarik