Maia Estianty Dikecam usai Tanyakan Kondisi Warga Kalimantan, Dianggap Nirempati
JAKARTA - Maia Estianty mendadak tuai kritik pedas pengguna Threads ketika bertanya soal kondisi warga Kalimantan di tengah asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan. Maia dianggap
“Bagaimana kondisi warga Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan hari ini?” tulisnya lewat akun Threads @maiaestiantyreal, pada 21 Agustus silam.
Utas dengan lebih dari 400.580 views itu menuai ribuan komentar pro dan kontra warganet. Sebagian pengguna Threads menjawab utas tersebut dengan memberikan update terkait dari Kalimantan.
Akun Threads @irl***aya menuliskan, “Masih enggak bisa hirup udara segar Bun.” Akun @aly***azx mengatakan, “Jujur, jadi rawan sakit banget. Asapnya parah banget. Bahkan di dalam rumah, asapnya terasa banget.”
“Kondisi langit kami hari ini. Sebulan full langit kami kelabu. Oksigen kami asap. Salam dari Pontianak, Kalimantan Barat. Tolong, doakan kami segera turun hujan ya,” kata @tar***zha menambahkan.
Di lain pihak, sebagian netizen menilai, Maia Estianty seharusnya menggunakan pengaruhnya untuk turun langsung ke Kalimantan dan memberikan bantuan pada warga setempat.
“Bun, ayo gunakan kekuatanmu agar bisa menginfluence pejabat agar tidak tone deaf. Atau, minta daddy Irwan kasih tahu presiden. Kalau enggak nurut, ancam saja bakal dipersulit kalau mau pesan jam tangan,” kata @its***ani.
Akun Threads @adi***ila menambahkan, “Kenapa enggak turun langsung ke Kalimantan? Kenapa harus tanya kepada netizen? Bukankah Anda banyak uang dan punya jet pribadi?? Kalau masih punya hati ya turun langsung dong bukan hanya bertanya doang.”
Sementara lainnya menilai, pertanyaan Maia Estianty itu menunjukkan sikap nirempati pada warga Kalimantan. “Yo menurut antum gimana? Setiap hari menghirup asap sama takut api membesar? Pertanyaanmu lho,” kata @umi***ins.
Ternyata, Skincare Richard Lee yang Dijadikan Barang Bukti oleh Doktif Tidak Dibeli di Toko Resmi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada sebanyak 1.487 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dengan hotspot terbanyak, 767 dan 560 titik panas.
Presiden Prabowo Subianto diketahui tiba di Kalimantan Barat, pada 22 Agustus 2026 dan langsung menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pemerintah daerah.*



