Sambangi Bareskrim, Heni Sagara Desak Polisi Periksa Dokter Oky Pratama Buntut Tiga Laporannya
JAKARTA - Pengusaha kosmetik Heni Purnamasari alias Heni Sagara menyambangi Bareskrim Polri guna menindaklanjuti tiga laporan polisi miliknya yang hingga kini dinilai mandek, pada Selasa (21/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Heni didampingi kuasa hukumnya, Yunus, dan sang suami, Iwa Wahyudi mengikuti gelar perkara khusus di Biro Wasidik Bareskrim Polri.
Hal ini guna mendesak kepastian hukum, termasuk pemeriksaan terhadap Dokter Oky Pratama, yang menjadi salah satu terlapor. Ia mempertanyakan proses hukum di Polda Jawa Barat yang berjalan cukup lama dan belum juga menetapkan tersangka.
Heni pun mengaku lega setelah menyampaikan seluruh bukti-bukti terkait laporannya di hadapan penyidik dan ahli.
"Jadi intinya saya sekarang sangat merasa sangat lega, sangat puas akhirnya waktu yang saya tunggu-tunggu ini terjadi, gelar perkara semuanya di mana semuanya barang bukti sudah sangat jelas. Tapi kenapa proses hukumnya tidak berjalan dengan yang kita harapkan ini sudah terlalu lama," ujar Heni Sagara di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (21/7/2026).
Heni menekankan adanya fakta persidangan mengenai aliran dana sebesar Rp20 juta dari Dokter Oky Pratama kepada dua oknum buzzer yang kini tengah diadili di Pengadilan Negeri Bandung.
Ia menyayangkan hingga saat ini pihak yang melakukan transfer tersebut belum juga diperiksa secara mendalam oleh kepolisian.
"Sudah ada surat panggilan, sudah ada jelas bukti transfernya kenapa tidak diperiksa itu ada apa? Kalau memang tidak bersalah ya mau dong diperiksa. Ini kenapa sudah digeledah rumahnya, sudah ada surat panggilan kenapa tidak diperiksa? Berarti ada apa?" tegas Heni Sagara.
Senada dengan Heni, sang kuasa hukum Yunus menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk meminta Bareskrim Polri mengambil alih tiga laporan mereka.
Laporan itu meliputi dugaan pencemaran nama baik terkait konten 'mafia skincare' yang melibatkan Dokter Oky dan Dokter Richard Lee, pembajakan domain website, hingga pengembangan aliran dana buzzer.
5 Klarifikasi Sarwendah terkait Konflik dengan Ruben Onsu: Isu Boikot hingga Kepemilikan Rumah
"Paling tidak orang yang sudah transfer ini diperiksa dulu itu yang penting gitu. Kenapa sudah dipanggil di panggilan pertama sidik, dua kali tidak datang kenapa tidak dipanggil kedua? Tadi sudah ada titik terang apa yang akan dilakukan oleh penyidik Bareskrim," jelas Yunus.
Heni pun optimis kasus ini akan terbongkar setelah adanya gelar perkara khusus. Ia bahkan menyebut ada 'bos besar' yang mulai teridentifikasi di balik kisruh yang merugikan nama baik dan bisnisnya selama hampir dua tahun terakhir.
"Goals-nya itu banyak sih, tadi banyak hal-hal tidak terduga yang memang mengalir begitu saja akhirnya bos besarnya pun terbongkar. Saya sangat yakin ini semuanya akan terbongkar sampai atas-atasnya. Saya akan terus kejar sampai titik darah penghabisan," pungkasnya.




