Tak Cuma Bikin Hemat BBM, Teknologi Telematika Bisa Mata-matai Perilaku Pengemudi

Tak Cuma Bikin Hemat BBM, Teknologi Telematika Bisa Mata-matai Perilaku Pengemudi

Otomotif | inews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:26
share

JAKARTA, iNews.id - Teknologi telematika semakin dibutuhkan perusahaan yang mengoperasikan kendaraan armada atau miaga dalam jumlah besar. Tak hanya membantu menekan biaya bahan bakar minyak (BBM), teknologi ini juga memungkinkan perusahaan memantau perilaku pengemudi secara real time untuk meningkatkan keselamatan berkendara.

Melalui integrasi perangkat pemantau kendaraan, perangkat lunak, dan kamera, perusahaan dapat mengetahui aktivitas kendaraan, mendeteksi kebiasaan mengemudi berisiko, hingga memberikan peringatan langsung kepada pengemudi.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar SMA Fleet Tech Update 2026. Di mana PT Sumber Mas Autorindo (SMA) merupakan mitra pengembangan teknologi telematika asal Amerika Serikat (AS) Geotab.

Direktur PT SMA Merisca Indriany mengatakan, teknologi telematika tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya operasional. Teknologi ini juga dapat membantu perusahaan meningkatkan keselamatan pengemudi dan menjaga reputasi bisnis.

Melalui data kendaraan dan kamera, perusahaan dapat memantau perilaku pengemudi serta kondisi lingkungan di sekitar kendaraan selama perjalanan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memberikan peringatan secara langsung.

"Telematika Geotab bukan hanya menghasilkan efisiensi angka-angka untuk perusahaan. Tapi, lebih dari itu menyelamatkan pengemudi yang punya keluarga dan menjaga reputasi perusahaan," kata Merisca.

Regional Account Manager Asia Tenggara Geotab Adam Ahmad menerangkan, data telematika juga dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kendaraan dan jalan yang dilalui. Informasi tersebut berpotensi mendukung proses investigasi kecelakaan dengan menyediakan data perjalanan yang lebih terperinci. "Namun, pemanfaatannya tetap bergantung pada jenis perangkat, sensor, serta data yang tersedia dalam sistem," katanya.

Manfaat penggunaan telematika ini turut dirasakan Aerotrans, perusahaan transportasi yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group. Chief Transport Operation Control Center (TOCC) Aerotrans Hermawan mengatakan, perusahaannya mulai menggunakan Geotab pada 2024. Setelah satu tahun penggunaan, Aerotrans mencatat penghematan biaya BBM hingga Rp600 juta.

"Salah satu langkah yang diterapkan adalah membatasi waktu mesin menyala ketika kendaraan berhenti atau idle time maksimal 15 menit," katanya

Dia menuturkan sebelum menggunakan teknologi telematika, perusahaan kesulitan mengetahui alasan pengemudi berhenti terlalu lama. Kini, aktivitas kendaraan dapat dipantau melalui data yang tersedia.

"Mulai menggunakan Geotab mulai 2024. Setelah setahun menggunakan, kami bisa menghemat BBM sampai Rp600 juta. Salah satu penghematan dari armada mengatur idle time tidak lebih dari 15 menit. Sebelum menggunakan Geotab kami tidak tahu alasan kenapa driver stop berlama-lama," ujar Hermawan.

Selain mengawasi waktu berhenti, kamera pada teknologi telematika dapat memantau perilaku pengemudi. Perusahaan dapat memberikan peringatan ketika pengemudi melampaui batas kecepatan yang telah ditentukan atau terdeteksi menggunakan ponsel saat berkendara.

"Kalau ada driver yang ngebut di atas kecepatan yang sudah kami tentukan, saat itu juga akan kami kirim notifikasi dalam bentuk suara, supaya turunkan kecepatan. Kalau terlihat sedang main HP saat mengemudi, kami bisa kasih notifikasi saat itu juga ke driver," kata Hermawan.

Data tersebut juga dapat direkap untuk mengevaluasi kedisiplinan pengemudi berdasarkan indikator yang ditetapkan perusahaan.

Selain keselamatan dan efisiensi BBM, teknologi telematika membantu perusahaan memantau kebutuhan perawatan kendaraan. Informasi mengenai kondisi komponen, seperti aki, dapat digunakan untuk mendukung perencanaan penggantian dan pemeliharaan kendaraan. 

Head of the VTCC Passive Safety Laboratory, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), W Aris Munandar berharap teknologi tersebut dapat menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan kendaraan.

"Harapan ke depannya, telematika Geotab bisa jadi bagian partner kami. VTCC dengan fasilitas alat pendukung dan area uji jadi terbesar se-Asia Tenggara yang salah satu tugasnya memberikan sertifikasi tingkat keselamatan dari kendaraan termasuk komponen pendukungnya," kata Aris.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengujian dan pengembangan keselamatan kendaraan, sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Pantau Kendaraan dan Pengemudi

Geotab mengembangkan dua perangkat utama untuk mendukung pengawasan armada, yakni Geotab GO dan Geotab GO Focus. Geotab GO merupakan perangkat telematika yang terhubung dengan perangkat lunak untuk mengumpulkan dan menyajikan data kendaraan. Informasi yang dipantau mencakup aktivitas kendaraan, kebiasaan pengemudi, serta data terkait efisiensi bahan bakar.

Sementara itu, Geotab GO Focus merupakan solusi kamera yang dirancang untuk membantu memantau perilaku pengemudi yang berisiko dan kondisi lingkungan di sekitar kendaraan selama perjalanan. Kombinasi data kendaraan dan kamera memungkinkan perusahaan memperoleh informasi lebih lengkap untuk mengevaluasi operasional armada.

Tekan Pemborosan BBM

Telematics & IoT Division PT SMA Wayman Anwar menjelaskan, salah satu sumber pemborosan operasional armada berasal dari idle time yang terlalu lama. Dalam simulasi penggunaan 100 kendaraan bermesin diesel, dia memperkirakan biaya BBM akibat idle time selama dua jam per hari dapat mencapai Rp1,06 miliar per tahun.

Sebaliknya, dengan pengaturan idle time maksimal 1,2 jam per hari dan pemantauan menggunakan telematika, potensi penghematan disebut bisa mencapai Rp1,28 miliar dalam setahun.

"Kami ambil sampel kalau perusahaan punya 100 armada bermesin diesel. Biaya BBM dari saat idle time 2 jam/hari untuk 100 armada tanpa menggunakan telematika, perusahaan harus menanggung biaya Rp1,06 miliar setahun. Setelah menggunakan telematika, idle time harus dipatok hanya 1,2 jam/hari untuk 100 armada, dalam setahun malah bisa menghemat Rp1,28 miliar," ujar Wayman.

Dia menjelaskan, perusahaan dapat mengatur sistem agar pengemudi menerima notifikasi ketika durasi idle time melampaui batas yang ditentukan.

Mekanisme tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi kebiasaan pengemudi berdasarkan data aktual. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi pemborosan BBM sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Meski demikian, besarnya penghematan tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti jumlah kendaraan, jarak tempuh, harga BBM, kondisi operasional, dan konsistensi penerapan kebijakan perusahaan.

Topik Menarik