Kei Car EV BYD Racco Keluar dari Jepang, Siap Gempur Pasar Mobil Listrik Rp200 Jutaan
JAKARTA, iNews.id - BYD mulai membawa mobil listrik mungil Racco keluar dari Jepang. Kei car EV yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang tersebut kini bersiap memasuki Sri Lanka dan Makau dengan harga setara Rp200 jutaan.
Dilansir dari Car News China, pemesanan BYD Racco telah dibuka di Makau. Sementara peluncuran di Sri Lanka dijadwalkan pada 9 Oktober 2026. Ekspansi ini menjadi langkah awal BYD membawa Racco ke pasar lain yang menggunakan sistem kemudi kanan atau right-hand drive (RHD).
BYD Racco merupakan model pertama yang dikembangkan khusus untuk memenuhi regulasi mobil Kei di Jepang. Kendaraan ini memiliki dimensi kompak serta tenaga yang disesuaikan dengan batas aturan kendaraan Kei.
Kehadiran Racco mendapat respons positif di Jepang. BYD menyebut jumlah pesanan mobil listrik tersebut telah menembus lebih dari 2.000 unit sejak diluncurkan sekitar dua bulan lalu.
Racco juga menjadi salah satu mobil listrik Kei dengan jarak tempuh paling jauh. Varian dengan baterai 35,84 kWh mampu menempuh hingga 320 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Dikutip dari IT Home, BYD mengumumkan rencana ekspansi Racco melalui sebuah dealer di Hiratsuka, Prefektur Kanagawa. Pengumuman tersebut bertepatan dengan pencapaian penjualan BYD di Jepang yang telah melewati 10.000 kendaraan.
Perwakilan BYD mengatakan perusahaan sedang mengevaluasi permintaan Racco di luar Jepang. Negara dengan sistem kemudi kanan menjadi prioritas dalam ekspansi mobil listrik mungil tersebut.
Secara teknis, BYD Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Mobil ini memiliki jarak sumbu roda 2.520 mm serta menyediakan empat tempat duduk sesuai regulasi Kei.
Racco juga memiliki kapasitas bagasi 280 liter dan radius putar 4,8 meter. Ukurannya yang kompak membuat mobil ini cocok untuk mobilitas perkotaan dengan kondisi jalan yang relatif sempit dan padat.
Untuk sumber tenaga, BYD Racco menggunakan motor listrik yang ditempatkan di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga 47 kW atau sekitar 63 hp, tepat berada pada batas tenaga yang diperbolehkan untuk kendaraan Kei di Jepang.
BYD menyediakan dua pilihan baterai LFP, yakni 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Masing-masing menawarkan jarak tempuh hingga 210 km dan 320 km berdasarkan standar WLTC.
Di Jepang, BYD Racco dibanderol mulai 2,145 juta yen. Dengan nilai tukar yang digunakan dalam laporan tersebut, harganya setara sekitar Rp200 jutaan.
Racco menghadapi persaingan dengan Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV yang sama-sama bermain di segmen mobil listrik Kei Jepang. Chery juga tengah menyiapkan mobil listrik berformat Kei melalui kerja sama dengan mitra lokal untuk diluncurkan di Jepang pada 2027.
Setelah Sri Lanka dan Makau, BYD belum mengungkap negara berikutnya yang akan menjadi tujuan Racco. Apakah Indonesia masuk dalam radar? Menarik untuk ditunggu.





