Siasat Inggris Hadang Ekspansi Mobil Listrik China: Siap Tiru Tarif 45 Persen Eropa
Pemerintah Inggris tengah merancang pemberlakuan tarif impor untuk kendaraan listrik (EV) asal China sebagai respons atas kekhawatiran membanjirnya produk bersubsidi, sekaligus menjadi manuver untuk mengamankan posisi dalam rantai pasok Eropa.
Tekanan Ganda Industri Otomotif: Ekspansi China dan Regulasi Eropa
Langkah yang kini tengah disusun oleh Menteri Bisnis, Inovasi, Sains, dan Perdagangan Inggris, Jonathan Reynolds, mencerminkan respons atas tekanan pasar dan geopolitik.Berdasarkan laporan The Times (5/10/2026), kabinet menteri Inggris bersiap menyamakan pungutan pajak hingga 45 persen yang sebelumnya ditetapkan Uni Eropa terhadap mobil listrik asal China.
Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa produsen otomotif China sedang melakukan praktik "dumping" kendaraan bersubsidi di Inggris. Namun, dari sudut pandang analitis, kebijakan ini juga didorong oleh ketakutan Inggris terhadap sanksi tak langsung dari aturan "Made in Europe" milik Uni Eropa.
Regulasi tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan Eropa pada komponen China dengan memprioritaskan barang produksi benua tersebut.
Potensi Kerugian Rantai Pasok Pasca-Brexit
Sikap defensif pemerintah memperlihatkan posisi Inggris yang masih rentan terhadap fluktuasi kebijakan Brussels. Berikut adalah faktor krusial yang memaksa Inggris mempertimbangkan tarif tersebut:Ancaman Hambatan Ekspor: Tanpa penyelarasan tarif 45 persen, produsen Inggris yang memasok suku cadang ke dalam rantai manufaktur Eropa berisiko kehilangan akses pasar karena dianggap melanggar aturan "Made in Europe".Kekhawatiran Praktik "Dumping": Masuknya EV China dengan harga yang ditekan lewat subsidi negara mengancam kelangsungan hidup kompetitor dan produsen lokal.
Ketergantungan Ekspor: Pasar otomotif Inggris belum sepenuhnya mandiri dan masih mengandalkan penjualan lintas batas ke negara-negara blok Uni Eropa.
Respons dan Sikap Resmi Pemerintah
Secara resmi, pemerintah belum memfinalisasi aturan ini. Melalui pernyataan tertulisnya, juru bicara Pemerintah Inggris menolak mengonfirmasi berlakunya tarif tersebut secara spesifik, namun menegaskan adanya langkah pengamanan pasar."Kami terus berinteraksi secara erat dengan pihak industri agar pendekatan kami mencerminkan kepentingan sektor otomotif dan kepentingan nasional Inggris," papar juru bicara Pemerintah Inggris kepada Reuters.
Sikap dilematis ini sejalan dengan lobi politik tingkat tinggi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada bulan September, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah berargumentasi di hadapan Brussels agar Inggris tetap diperlakukan sebagai "mitra tepercaya".
Burnham memperingatkan bahwa mengecualikan Inggris dari ekosistem otomotif Eropa dapat memberikan dampak destruktif bagi industri mobil dalam negeri.
FAQ: Dinamika Tarif Impor Mobil Listrik China di Inggris
Mengapa Inggris berencana mengenakan tarif pada mobil listrik China?Inggris berupaya melindungi pasar domestik dari praktik "dumping" mobil bersubsidi asal China, sekaligus menyelaraskan kebijakan dengan Uni Eropa demi menghindari hambatan dagang dalam aturan "Made in Europe".Berapa besaran tarif yang diwacanakan oleh pemerintah Inggris?Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan untuk menyamai tarif yang diberlakukan oleh Uni Eropa, yakni pungutan sebesar 45 persen.
Apa dampak terburuk jika Inggris tidak menerapkan tarif ini?Industri otomotif Inggris berpotensi menghadapi batasan ekspor ketat dari Uni Eropa, yang akan merusak rantai pasok suku cadang dan memukul volume penjualan mobil Inggris di wilayah Eropa.



