Riset Menunjukan Umur Mobil Listrik hanya Mencapai 10 Tahun
Penelitian menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik dapat bertahan dari 10 hingga 20 tahun, sedangkan mobil bensin biasanya bertahan sekitar 320.000 km, yang mencerminkan perbedaan signifikan dalam masa pakai dan biaya perawatan.
Studi terbaru yang membandingkan masa pakai baterai kendaraan listrik dengan mesin pembakaran internal pada mobil bensin menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik semakin tahan lama, tetapi tantangan tetap ada terkait biaya penggantian dan kinerja jangka panjang.Sebuah studi Nature Energy yang menganalisis lebih dari 29 juta kendaraan di Inggris antara tahun 2005 dan 2022 menemukan bahwa produsen kendaraan listrik cenderung optimis tentang masa pakai baterai.
Tesla mengklaim baterainya dapat bertahan antara 10 dan 20 tahun, sementara Nissan mengatakan hampir semua baterai yang diproduksinya masih berfungsi secara efektif.
Baterai kendaraan listrik biasanya bergaransi setidaknya selama delapan tahun atau 160.000 km, memberikan ketenangan pikiran kepada pengguna mengenai daya tahan komponen penting ini.
Studi lain dari Geotab pada 5.000 kendaraan listrik juga menunjukkan bahwa tingkat degradasi kapasitas baterai telah menurun dari 2,3 per tahun pada tahun 2019 menjadi 1,8 pada tahun 2024, menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam teknologi dan kinerja baterai.Sementara itu, mobil yang menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) biasanya memiliki umur pakai rata-rata sekitar 320.000 km, dengan beberapa pengecualian seperti Toyota Tacoma yang pernah mencapai hampir 3,2 juta km. Namun, mesin bensin juga dapat mengalami masalah keausan yang memerlukan perbaikan atau penggantian selama penggunaan.
Tesla mengklaim baterainya dapat bertahan lebih lama daripada mobil itu sendiri, tetapi pada kenyataannya, masih ada kasus di mana pengguna harus mengganti baterai mereka beberapa kali.
Seorang pemilik Tesla Model S di Jerman mengganti baterainya empat kali dalam jarak 250.000 km, menunjukkan bahwa biaya dan frekuensi penggantian baterai tetap menjadi tantangan.
Mitsubishi Pajero Generasi Terbaru Semakin Dekat dengan Indonesia, Siap Meluncur di Negara Tetangga
Biaya penggantian baterai kendaraan listrik saat ini berkisar antara USD6.500 hingga USD20.000, namun, harga telah menurun sekitar 16 antara tahun 2009 dan 2019 karena kemajuan teknologi dan peningkatan skala produksi. Sementara itu, biaya penggantian mesin bensin biasanya berkisar antara USD2.000 hingga USD10.000, tergantung pada jenis kendaraan dan tingkat kerusakannya.
Perbedaan masa pakai dan biaya perawatan antara baterai kendaraan listrik dan mesin bensin mencerminkan keunggulan dan keterbatasan unik dari setiap jenis kendaraan. Baterai kendaraan listrik terus meningkat dalam hal daya tahan dan efisiensi, tetapi biaya penggantian tetap lebih tinggi daripada mesin tradisional.
Oleh karena itu, pilihan antara mobil listrik dan mobil bensin tidak hanya bergantung pada masa pakai, tetapi juga pada biaya perawatan, kegunaan jangka panjang, dan faktor lingkungan yang terkait dengan emisi gas rumah kaca.
Kemajuan dalam teknologi baterai dan proses manufaktur diharapkan akan terus mempersempit kesenjangan biaya dan masa pakai antara kedua jenis kendaraan tersebut, sehingga semakin mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di masa mendatang.

