Rp1,17 Miliar untuk Hatchback Tiga Silinder? Tunggu Sampai Anda Duduk di Dalamnya
Mobil itu dibejek di tikungan. Buntutnya ke kanan. Moncongnya ke kiri. Saya kira akan melintir. Ternyata tidak.
Saya duduk di kursi penumpang. Hanya bisa bengong. Pembalap di sebelah saya justru santai: setir diputar, gas diinjak lagi. GR Yaris melesat keluar tikungan. Debu tanah beterbangan di belakang.
Itu terjadi di Sirkuit Goro Assalam, Solo. Selasa, 15 September lalu. PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengajak wartawan ke sana, di hari kedua JTD Joy Beyond The Road 2026.
Saya pernah merasakan GR Yaris sebelumnya: di Mandalika, Lombok. Aspalnya mulus. Mobilnya kencang, tapi jinak.
Di tanah, lain cerita. Lebih liar.
Wajar. Tanah memang habitat aslinya. GR Yaris lahir dari World Rally Championship (WRC). Ia hasil reverse engineering mobil reli. Bukan mobil jalan raya yang dipaksa ngebut.Mesinnya kecil: 1.600 cc. Tiga silinder. Injeksi langsung. Turbo. Kodenya G16E-GTS. Tapi tenaganya 305 PS di 6.500 rpm. Torsinya 400 Nm, sudah muncul sejak 3.250 sampai 4.600 rpm.Ini Cara Cek Harga Pasaran Mobil Bekas
Generasi pertama "hanya" 261 PS dan 360 Nm. Kini naik 44 PS dan 40 Nm. Caranya: piston dibuat lebih ringan dan lebih kuat, sistem injeksi D-4ST dioptimasi, kerja turbo dibuat lebih efektif. Toyota menyebutnya salah satu mesin kubikasi kecil dengan tenaga terbesar di dunia.
Tenaga itu dibagi ke empat roda. Namanya GR-FOUR.
Itulah yang saya rasakan di trek. Keluar tikungan, gas diinjak habis. Turbo menendang. Ban tidak spin sia-sia. Mobil langsung lari. Di trek lurus, punggung saya rapat ke jok.
Tikungannya ketat. Sempit. Pembalap membawanya ngepot. Berkali-kali. Tidak sekali pun mobil limbung.
Kok bisa?
New GR Yaris mendapat banyak perbaikan. Software dan beberapa komponen Electric Power Steering (EPS) diubah. Jangkauan deteksinya diperluas.Hasilnya, setir tetap bekerja normal meski dipakai ban balap, menikung dengan beban tinggi, atau direm keras. Tapi di jalan raya, setir tetap ringan.
Bannya baru, hasil pengujian intensif. Peredaman shock absorber depan dan belakang dioptimalkan. Posisi rem tangan diubah, kini berdekatan dengan tuas transmisi dan setir. Buat pereli, itu penting: tarik rem tangan, buang buntut, masuk tikungan.
Desain setir juga baru. Ada pemanas jok dan setir.
Mobil Bekas Bisa Dicek Online, Penjual dan Pembeli Tak Bingung Lagi Tentukan Estimasi Harga
Transmisinya dua pilihan. Otomatis 8-speed GR Direct Automatic Transmission: santun di kota, buas saat gas diinjak habis. Lalu manual 6-speed iMT (Intelligent Manual Transmission) dengan short-shifter. Perpindahan giginya halus, menyesuaikan putaran mesin.Mode berkendara juga baru. Respons setir, gas, dan transmisi bisa diatur. Pun AC dan tampilan panel instrumen. Mau santai di kota, bisa. Mau galak, juga bisa.
Hari itu GR Corolla juga turun ke trek tanah. Mesinnya sama: G16E-GTS 1.600 cc turbo. Tenaganya 300 PS di 6.500 rpm, torsi 400 Nm di 3.250–4.600 rpm. Pilihan transmisinya juga sama.
"Pengalaman Toyota Gazoo Racing di berbagai ajang motorsport global menjadi ruang bagi kami untuk terus melakukan continuous improvement dan membuat ever-better cars," kata Hiroyuki Oide, Marketing Director TAM.Itu bukan omong kosong. Pada 2025 Toyota mengunci gelar juara konstruktor WRC untuk kelima kalinya berturut-turut. Musim itu mereka menyapu 12 dari 14 seri, dan Sébastien Ogier meraih gelar juara dunia pembalap kesembilan.
Pelajaran dari reli itulah yang masuk ke GR Yaris jalan raya.
Pasar Indonesia menangkapnya. Generasi awal GR Yaris masuk terbatas pada 2021 dengan kuota 127 unit, dan semuanya langsung terjual. Padahal harganya tidak murah. New GR Yaris tercantum mulai Rp1.169.600.000 untuk versi manual di kanal resmi Toyota, sementara versi otomatis sekitar Rp1,222 miliar.Yang dijual memang bukan ukuran. Tapi karakter.
Di situlah Toyota berbeda. Mereka tidak hanya jadi pemimpin karena mobil keluarganya laris. Mereka juga punya mobil yang berkarakter. Yang lahir dari tanah, lumpur, dan tikungan reli dunia.
Saya turun dari mobil. Debu masih menempel di kaca. Kaki saya masih sedikit gemetar.
Di Mandalika, GR Yaris membuat saya kagum. Di Solo, ia membuat saya diam.

