Inden Tujuh Bulan, Rusak Tiga Hari: PR Besar Geely di Balik Penjualan 12.000 Unit

Inden Tujuh Bulan, Rusak Tiga Hari: PR Besar Geely di Balik Penjualan 12.000 Unit

Otomotif | sindonews | Selasa, 29 September 2026 - 10:38
share

Geely Auto Indonesia kini harus membuktikan diri di bengkel, bukan lagi di ruang pamer. Setelah distribusinya menembus 12.510 unit hingga Agustus 2026, merek asal China itu menggeser fokus ke layanan purnajual dan komunitas pemilik.

Langkah itu ditandai lewat acara "10,000+ Reasons to Celebrate" di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (26/9/2026), yang dihadiri lebih dari 100 pemilik. Geely memperkenalkan dua program, yakni komunitas Geely GO dan layanan purnajual Geely Care+.

"Kami juga memperkuat layanan aftersales agar konsumen dapat merasa lebih tenang dalam setiap perjalanan bersama Geely," kata Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia Constantinus Herlijoso.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan lonjakan tajam.

Sepanjang 2025, distribusi Geely dari pabrik ke diler (wholesales) hanya 2.406 unit. Pada Januari-Agustus 2026, angkanya 12.510 unit atau lima kali lipat.

Namun, laju bulanan mulai mendatar. Setelah rata-rata sekitar 1.176 unit per bulan pada Januari–April, wholesales Geely bertahan di kisaran 1.710 unit (Mei), 2.011 unit (Juni), 1.965 unit (Juli), dan 2.121 unit (Agustus). Penjualan ritel Agustus sebanyak 2.158 unit, sedikit di atas distribusi, tanda stok terserap pasar.Pertumbuhan itu bertumpu pada satu model. Geely EX2, hatchback listrik seharga mulai Rp229,9 juta, terdistribusi 9.769 unit dalam delapan bulan atau sekitar 78 persen dari total.

EX2 juga menyumbang sekitar 70 persen dari 3.033 surat pemesanan kendaraan (SPK) Geely di GIIAS 2026.

Model lain tertinggal. Gabungan EX5, Starray EM-i, dan Coolray hanya sekitar 2.741 unit pada periode yang sama. EX5, yang sempat menguasai 26,5 persen segmen C-SUV pada awal tahun, kini hanya 292 unit pada Mei dan 333 unit pada Juli. Herlijoso mengakui porsi Starray EM-i (PHEV) seharga Rp499 juta belum mencapai 10 persen karena konsumen membandingkannya dengan EX5 yang berbodi serupa. Coolray bermesin bensin baru meluncur di GIIAS akhir Juli.

Ketergantungan pada satu model menjadi risiko ketika pesaing sekelas, seperti BYD Atto 1 dengan distribusi 4.233 unit pada Juli, bergerak agresif.Di sisi lain, keluhan konsumen masih ramai di media sosial. Inden EX2 sempat berbulan-bulan hingga Herlijoso meminta maaf kepada pembeli. Seorang pemilik mengeluhkan inden tujuh bulan, unit rusak setelah tiga hari, serta kompensasi keterlambatan yang dinilai tidak transparan. Pemilik lain melaporkan tuas kursi patah, Android Auto yang kerap terputus, dan pintu yang tidak bisa dibuka dari dalam.

Karena itu, jaringan menjadi kunci. Geely kini memiliki 50 diler dan menargetkan 80 diler pada akhir 2026 atau awal 2027, artinya sekitar 10 diler baru per bulan. Melalui Geely Care+, Geely menjanjikan hotline 24 jam dan ketepatan pengiriman suku cadang hingga 98 persen.

Geely menargetkan penjualan 17.000–18.000 unit tahun ini. Dengan laju sekitar 2.000 unit per bulan, target itu tergolong konservatif. Ujian sesungguhnya adalah menjaga kepuasan belasan ribu pemilik yang sudah membeli.

Topik Menarik