Baterai Nol Persen Tetap Bisa Nyala! Rahasia Genset Abadi DFSK E5 Plus yang Bikin Melongo
Kendaraan berteknologi plug-in hybrid memiliki keunggulan tersendiri ketika baterainya difungsikan sebagai sumber listrik di luar kendaraan. Mesin bensin yang tersedia dapat mengambil alih peran pengisi daya ketika kapasitas baterai menipis, sehingga pasokan listrik tetap berjalan tanpa bergantung pada stasiun pengisian.
Hal itu dijelaskan Product Expert PT Sokonindo Automobile Ichsan Aria Putra saat memperagakan fitur vehicle-to-load atau V2L pada DFSK E5 Plus di Vila So Long, Banyuwangi, Rabu (23/9/2026). Peragaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian DFSK E5 Plus Indonesia Media Journey rute Jakarta-Bali.
Menurut Ichsan, pengguna tidak dibatasi persentase daya tertentu untuk mengaktifkan fitur tersebut.
"Cukup fleksibel proses penggunaannya, tidak repot. Baterai pun tak perlu khawatir, karena kalau dayanya lemah, maka mesin bisa melakukan pengisian langsung atau menjadi charging internal seperti menjadi genset untuk mensuplai ke baterai dan V2L tanpa perlu ke SPKLU dulu," ujarnya.
Karakter tersebut membedakan penerapan V2L pada kendaraan hibrida dibandingkan mobil listrik murni. Pada kendaraan listrik penuh, penggunaan V2L umumnya dibatasi ambang daya minimal agar kendaraan tetap memiliki cadangan energi untuk kembali ke titik pengisian terdekat.
Cara Pengoperasian
Ichsan menjelaskan, pengaktifan V2L pada E5 Plus tidak memerlukan perangkat tambahan yang rumit. Kendaraan cukup diparkir, kemudian penutup lubang pengisian daya di sisi kanan bodi dibuka. "Selanjutnya, pasangkan adaptor V2L ke soket charging di bagian belakang. Setelah itu nantinya secara otomatis akan ada pop-up V2L pada head unit di depan. Selanjutnya pengendara tinggal mengaktifkan saja untuk mengalirkan daya dari baterai ke perangkat elektronik," katanya.Daya keluaran V2L pada E5 Plus mencapai 3,3 kilowatt. Kapasitas tersebut memadai untuk mengoperasikan peralatan rumah tangga berdaya sedang, seperti penanak nasi, kompor listrik berukuran kecil, pendingin portabel, maupun perangkat elektronik lain.Dalam peragaan di Banyuwangi, peserta dari kalangan media ditantang menyiapkan makanan dalam waktu 15 menit dengan seluruh peralatan listrik terhubung ke kendaraan.
Bisa untuk Berkemah di Pantai
Fungsi listrik portabel pada kendaraan kerap dimanfaatkan untuk kegiatan luar ruang, seperti berkemah, kegiatan di pantai, atau acara di lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik memadai. Kemampuan serupa juga dapat membantu ketika terjadi pemadaman listrik di rumah.Bagi Indonesia, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU masih belum merata, terutama di luar kota besar. Keberadaan mesin bensin sebagai cadangan pengisi daya membuat pemanfaatan V2L tidak terikat pada infrastruktur tersebut.
E5 Plus mengusung baterai lithium iron phosphate berkapasitas 25 kilowatt-jam yang dipadukan motor listrik berdaya 160 kilowatt dan mesin bensin 1.500 sentimeter kubik. DFSK mengklaim jarak tempuh listrik murni mencapai 140 kilometer dan jarak tempuh gabungan 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Rangkaian media journey yang menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer itu melalui rute Jakarta–Surabaya–Banyuwangi–Bali, mencakup jalan tol, kawasan perkotaan, jalur pesisir Pantura Jawa Timur, penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, hingga jalan berkontur di Bali bagian barat. Perjalanan berakhir di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/9/2026).


