Trump Buka Pintu bagi Pabrik Mobil China di Amerika
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan menghalangi pabrikan otomotif China membangun pabrik dan memproduksi mobil di wilayah AS. Pernyataan itu disampaikan dalam program "The Ingraham Angle" di Fox News, Jumat (11/9/2026), di tengah penolakan luas anggota parlemen dan industri otomotif Amerika.
"Jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk membuat mobil mereka di sini, saya tidak keberatan," kata Trump. Menurut dia, Jepang sudah melakukan hal serupa dan yang terpenting pabrik-pabrik itu mempekerjakan tenaga kerja Amerika. Namun, Trump menolak skema perakitan di Meksiko yang produknya kemudian dikapalkan ke AS.
Sikap itu mengulang pernyataannya di Detroit Economic Club, Januari 2026. "Biarkan China masuk, biarkan Jepang masuk," ujarnya saat itu, sepanjang mereka membangun pabrik dan merekrut pekerja lokal.
Pernyataan Jumat lalu muncul 13 hari sebelum pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih, 24 September 2026. Senator Elissa Slotkin (Demokrat, Michigan) pekan ini mengeklaim beredar rumor bahwa akses pasar bagi mobil China menjadi bagian dari kesepakatan dagang yang sedang disusun. Ia menyebutnya "kesalahan" yang berisiko memukul 1,2 juta lapangan kerja otomotif di Michigan. Gedung Putih belum mengumumkan perubahan kebijakan.
Empat tembok yang masih berdiri
Mobil penumpang China praktis tertutup dari pasar AS oleh empat lapis aturan:• Tarif Section 301 untuk mobil listrik China dinaikkan pemerintahan Joe Biden pada 2024 dari 25 persen menjadi 100 persen; tarif baterai lithium-ion naik dari 7,5 persen menjadi 25 persen.• Aturan connected vehicle Departemen Perdagangan AS (Januari 2025) membatasi perangkat lunak dan keras kendaraan terhubung asal China, berlaku mulai model year 2027.
• Tarif 25 persen untuk seluruh mobil penumpang dan truk ringan impor, berlaku sejak April 2025.
• RUU Connected Vehicle Security Act usulan Slotkin dan Senator Bernie Moreno (Republik, Ohio) melarang kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras dari entitas dengan kepemilikan China di atas 15 persen. RUU itu lolos Komite Perdagangan Senat secara aklamasi pada Juli 2026.
Di sinilah persoalannya. Membangun pabrik di Amerika tidak otomatis menggugurkan dua aturan terakhir karena keduanya menyasar kepemilikan perusahaan dan asal teknologi, bukan lokasi perakitan. Undangan Trump dan kerangka regulasi yang berlaku berjalan ke arah berlawanan.
Kekhawatiran Detroit
Industri sudah lebih dulu bergerak. Pada 13 Maret 2026, asosiasi industri otomotif AS bersurat kepada pemerintah agar pabrikan China tetap dijauhkan dari pasar Amerika. Pada 3 April 2026, Senator Tammy Baldwin, Slotkin, dan Chuck Schumer menyurati Trump: mengundang pabrikan China akan memberi keunggulan ekonomi yang mustahil dikejar pabrikan Amerika sekaligus memicu krisis keamanan nasional yang tidak bisa dibalik.CEO Ford Jim Farley berulang kali mengakui ketertinggalan Barat. "Jika kita kalah, kami tidak punya masa depan," ujarnya soal persaingan global dengan China. Farley memakai Xiaomi SU7 sebagai mobil harian dan mengirim lima mobil China ke Dearborn untuk dibedah. Anggota DPR AS Don Beyer menyatakan hanya BYD yang membuatnya ngeri.Tekanan juga datang dari dalam pemerintahan. Pekan ini Menteri Perhubungan Sean Duffy mengkritik Ford atas kerja samanya dengan CATL dan Geely. Awal tahun ini Polestar, yang induknya Geely, terdorong keluar dari pasar AS.
Sebaliknya, Farley dilaporkan pernah melempar gagasan usaha patungan dengan pabrikan China kepada Trump di Detroit Auto Show, dengan saham pengendali di tangan perusahaan Amerika.
Pasar Rp21.360 triliun
Yang diperebutkan bukan pasar biasa. AS adalah pasar mobil terbesar kedua dunia setelah China, dengan ekosistem otomotif senilai USD1,2 triliun atau Rp21.360 triliun, setara 4,8 persen produk domestik bruto. Perdagangan ritel dan suku cadangnya menghasilkan USD1,59 triliun (Rp28.302 triliun) per tahun dan menopang lebih dari 10 juta pekerjaan.Penjualan 2025 mencapai 16,3 juta unit, tertinggi sejak 2019. Cox Automotive memproyeksikan 15,8 juta unit pada 2026 atau turun 2,4 persen, dengan produksi domestik di atas 10,5 juta unit. Harga transaksi rata-rata mobil baru menembus USD50.089 (Rp891,6 juta) pada Agustus 2026, mendekati rekor Desember 2025 sebesar USD50.612 (Rp900,9 juta). Rata-rata harga mobil listrik USD56.126 (Rp999 juta) dan pikap ukuran penuh USD66.980 (Rp1,19 miliar). Usia rata-rata mobil di jalan AS menyentuh rekor 13 tahun.
Daftar Peraih Penghargaan Indonesia Automotive Awards 2026, Ajang Otomotif Paling Bergengsi
Sepuluh penjual terbesar sepanjang 2025:
• General Motors sekitar 2,9-3 juta unit; Toyota 2.518.071; Ford 2.204.124; Hyundai Motor Group 1.763.892; Honda 1.430.584; Stellantis sekitar 1,3 juta; Nissan 928.381; Subaru 643.547; Tesla 589.000; Volkswagen 587.655. Di bawahnya BMW 417.867, Mazda 411.451, dan Mercedes-Benz 343.200.Pada semester I-2026, pasar menyusut 3,6 persen menjadi hampir 7,9 juta unit dan peringkat merek bergeser:
• Toyota 1.073.678 unit (naik 1,5 persen), Ford 950.963 (turun 10 persen), Chevrolet 861.561 (turun 6 persen), Honda 687.205 (naik 2,5 persen), Hyundai 489.656 (naik 3 persen), Nissan 464.761 (stagnan), Kia 430.727 (naik 3 persen), disusul GMC, Subaru, dan Jeep.
• Pangsa kuartal II-2026: Toyota 13,8 persen, Ford 12,3 persen, Chevrolet 10,8 persen, Honda 9 persen, Hyundai 5,8 persen, Nissan 5,4 persen, Kia 5,3 persen, GMC 4 persen, Subaru 3,9 persen, dan Jeep 3,3 persen.
Sepuluh merek itu menguasai 73,5 persen pasar. Tesla, yang melapor kuartalan, diperkirakan menjual 242.100 unit atau turun 14,6 persen.
Sepuluh model terlaris semester I-2026: Ford F-Series 353.320 unit, Chevrolet Silverado 268.884, Honda CR-V 226.114, Ram Pickup 207.616, Toyota Camry 179.044, GMC Sierra 167.710, Tesla Model Y 163.454 (estimasi), Toyota RAV4 153.955, Toyota Tacoma 143.848, dan Nissan Rogue 135.970. Pada Agustus 2026, F-Series masih memimpin dengan 67.504 unit.
Kalah elektrifikasi dari Indonesia
Meski terbesar kedua dunia, laju elektrifikasi AS tertinggal jauh dari Indonesia. Sepanjang semester I-2026, penjualan mobil listrik murni di AS 463.000 unit, turun sekitar 10 persen. Pangsa BEV hanya 5,8-6,3 persen, jauh di bawah puncak 10,6 persen pada kuartal III-2025 ketika insentif USD7.500 (Rp133,5 juta) hendak berakhir. Gabungan BEV, PHEV, dan hibrida baru 24 persen pada kuartal II-2026, itu pun ditopang hibrida yang tumbuh sekitar 9 persen.Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan arah sebaliknya. Penjualan kendaraan elektrifikasi semester I-2026 mencapai 117.108 unit atau 26,8 persen dari total pasar 436.564 unit, naik dari 18,3 persen setahun sebelumnya. BEV menyumbang 69.739 unit atau 15,9 persen pangsa nasional, melonjak 80,8 persen. Hibrida 42.366 unit (naik 47 persen) dan PHEV 5.003 unit dari sebelumnya 1.741 unit.Artinya, pangsa mobil listrik murni di Indonesia dua setengah kali lipat AS, dengan arah pertumbuhan yang berlawanan: Indonesia naik, Amerika turun.
Yang akan terjadi
Preseden Eropa memberi gambaran. Menurut Dataforce, merek China menguasai 8,7 persen pasar Eropa pada Januari-Juli 2026, naik dari 0,6 persen pada 2021, dengan sekitar 780.000 unit. Di segmen mobil listrik, pangsa mereka 12,6 persen, sementara Volkswagen tinggal di bawah 8 persen. Juni 2026 mencetak rekor bulanan 10,9 persen atau 150.272 unit, naik 118 persen. BYD membukukan 217.000 unit sampai Juli, melampaui Volvo, Nissan, dan Tesla. Di Meksiko, satu dari lima mobil baru kini buatan China. Kanada membuka kuota 49.000 unit EV China per tahun dengan tarif 6,1 persen.Selisih harga menjelaskan sisanya. BYD Seagull dijual mulai 69.900 yuan atau Rp178,5 juta di China, seperlima harga rata-rata mobil baru di AS. Xiaomi SU7 dibanderol 219.900 yuan (Rp561,5 juta) dan YU7 standar 233.500 yuan (Rp596,2 juta), lebih murah daripada Tesla Model Y di China yang 263.500 yuan (Rp672,8 juta). BYD menjual 2,26 juta BEV pada 2025, di atas Tesla yang 1,64 juta unit.
Xiaomi mengirim 411.837 unit pada 2025 dan menargetkan 550.000 unit tahun ini.
Indonesia sudah lebih dulu merasakannya. Pada semester I-2026, BYD menguasai 30,73 persen pasar mobil listrik nasional dengan 21.432 unit, disusul Jaecoo 24,36 persen (16.990 unit) dan Geely 8.169 unit. Apa yang ditakuti Detroit sudah menjadi keseharian di Jakarta.



