Ternyata Mazda Gunakan Tanah Liat dalam Ngedesain Model-model Terbaru

Ternyata Mazda Gunakan Tanah Liat dalam Ngedesain Model-model Terbaru

Otomotif | sindonews | Minggu, 13 September 2026 - 10:02
share

Di dunia otomotif modern—yang semakin bergantung pada komputer, kecerdasan buatan, realitas virtual, dan pemodelan digital—Mazda tetap mempertahankan metode tradisional yang mungkin tampak agak tidak lazim bagi sebagian orang.

Mazda terus menggunakan model tanah liat dalam proses perancangan mobil baru; metode ini memainkan peran krusial dalam menciptakan tampilan khas Mazda yang dikenal sebagai desain "Kodo".

Proses desain Mazda bermula sama seperti produsen lainnya: dengan sketsa, baik di atas kertas maupun melalui desain berbantuan komputer (*computer-aided design*). Para desainer menghasilkan berbagai gagasan sebelum memilih konsep yang paling tepat untuk dikembangkan menjadi bentuk tiga dimensi.

Meskipun teknologi digital banyak digunakan dalam proses ini, Mazda tidak berhenti pada model yang ditampilkan di layar komputer. Sebaliknya, desain tersebut juga diwujudkan dalam bentuk model fisik menggunakan tanah liat khusus kelas otomotif.

Model-model ini memungkinkan desainer untuk melihat bentuk nyata mobil dari berbagai sudut—sesuatu yang tidak dapat direplikasi sepenuhnya oleh tampilan digital. Bagi Mazda, aspek paling krusial adalah bagaimana cahaya berinteraksi dengan bodi mobil.Permukaan mobil mungkin tampak sempurna di layar komputer, namun begitu dibentuk secara fisik dan ditempatkan di bawah pencahayaan dunia nyata, ketidaksempurnaan pada lekukan atau transisi permukaan bisa menjadi jauh lebih terlihat.

Desainer dapat mengelilingi model tersebut dan mengamati bagaimana pantulan cahaya bergerak dari satu bagian ke bagian lainnya. Bahkan penyesuaian kecil pada kelengkungan, bagian "bahu" bodi, atau garis-garis permukaan dapat memberikan perbedaan signifikan pada tampilan keseluruhan mobil.

Pendekatan ini sangat penting bagi filosofi desain Mazda, "Kodo – Soul of Motion" (Jiwa Gerakan). Mazda bertujuan menciptakan kendaraan yang tampak seolah-olah sedang bergerak meskipun dalam keadaan diam.

Untuk mencapai efek ini, desain tersebut membutuhkan permukaan yang sederhana namun mampu menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang memikat. Selain itu, proses pembuatan model tanah liat melibatkan lebih dari sekadar mengambil tanah liat dan membentuknya layaknya sebuah karya seni.

Struktur dasar model biasanya dibentuk terlebih dahulu menggunakan bahan seperti busa sebelum lapisan tanah liat khusus diaplikasikan di atasnya. Tanah liat tersebut dapat dipanaskan agar lebih lunak dan mudah dibentuk sebelum permukaannya dihaluskan untuk mencapai bentuk yang diinginkan.Di sinilah keahlian manusia masih memegang peranan penting. Mazda mempekerjakan para ahli pemodelan yang dikenal sebagai *Takumi*—seniman pemahat sangat terampil yang memiliki pengalaman khusus dalam menciptakan dan menyempurnakan model fisik.

Mereka harus memahami tidak hanya bentuk yang dibayangkan oleh para desainer, tetapi juga bagaimana tampilan permukaan tersebut saat terkena cahaya dari berbagai sudut. Namun, Mazda bukanlah perusahaan yang menolak teknologi modern.

Mazda terus memanfaatkan pemodelan komputer, CAD, *virtual reality*, dan berbagai teknologi digital untuk mempercepat pengembangan serta memfasilitasi kolaborasi antara desainer dan insinyur. Akan tetapi, bagi Mazda, teknologi-teknologi ini tidak harus sepenuhnya menggantikan metode tradisional.

Sebaliknya, keduanya digunakan secara berdampingan: komputer membantu menghasilkan dan memodifikasi bentuk dengan cepat, sementara model fisik memungkinkan desainer untuk mengevaluasi desain di dunia nyata.

Pendekatan ini menjadi salah satu alasan mengapa desain Mazda sering kali terlihat berbeda dibandingkan desain dari pabrikan lain. Mazda tidak terlalu mengandalkan garis bodi yang rumit atau elemen dekoratif yang berlebihan.Sebaliknya, mereka berfokus pada proporsi, lekukan, dan permukaan bodi untuk menciptakan desain yang bersih namun penuh karakter.

Di era ketika kecerdasan buatan mampu menghasilkan ribuan ide desain dalam waktu singkat, keputusan Mazda untuk tetap menggunakan tanah liat mungkin tampak seperti langkah mundur ke masa lalu.

Namun, bagi pabrikan ini, sentuhan manusia memiliki nilai yang tidak dapat dengan mudah digantikan oleh teknologi

Topik Menarik