BYD Akan Bangun 6.000 Flash Charging di Luar China, Apa Termasuk Indonesia?
JAKARTA, iNews.id - BYD akan memperluas jaringan Flash Charging ke luar China dengan target membangun 6.000 stasiun pengisian daya ultra cepat (flash charging) secara global. Lantas, apakah Indonesia masuk dalam rencana ekspansi tersebut?
BYD sebelumnya mengumumkan rencana menghadirkan jaringan Flash Charging secara global. Dari total 6.000 stasiun yang akan dibangun di luar China, sekitar 3.000 unit ditargetkan berada di Eropa.
Teknologi Flash Charging BYD mampu menyalurkan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor. BYD mengklaim teknologi tersebut dapat mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit, sedangkan pengisian dari 10 persen hingga 97 persen membutuhkan sekitar sembilan menit pada kondisi tertentu.
Untuk pasar Eropa, BYD telah mulai memasang Flash Charging. Stasiun tersebut menggunakan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar internasional.
Indonesia Masuk Radar BYD
Indonesia ternyata tidak luput dari rencana pengembangan Flash Charging BYD. Perusahaan dilaporkan tengah menyiapkan pembangunan jaringan pengisian ultra cepat di Tanah Air.
Menurut laporan terbaru, BYD berencana memasang sekitar 1.000 unit Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2027. Infrastruktur tersebut juga direncanakan hadir di jaringan dealer Denza yang sudah beroperasi di Indonesia.
Rencana tersebut menunjukkan Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar penting dalam ekspansi teknologi Flash Charging BYD di luar China.
Namun, angka 1.000 unit di Indonesia berbeda dengan target 6.000 stasiun Flash Charging global. Target 6.000 unit merupakan rencana jaringan di luar China secara keseluruhan, sementara pembangunan di Indonesia menjadi bagian dari ekspansi regional BYD.
Flash Charging BYD Capai 10.000 Stasiun di China
Di China, pembangunan jaringan Flash Charging BYD berlangsung sangat cepat. Per 28 Agustus 2026, perusahaan telah mencapai 10.000 stasiun Flash Charging yang tersebar di 325 kota.
Pencapaian tersebut diraih kurang dari enam bulan setelah BYD memperkenalkan teknologi Flash Charging generasi terbaru pada 5 Maret 2026.
BYD juga menargetkan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging di China hingga akhir 2026. Target tersebut terdiri dari 18.000 stasiun di kawasan perkotaan dan 2.000 stasiun di jaringan jalan raya.
Jaringan tersebut telah menarik lebih dari 1,83 juta pengguna terdaftar. Hampir sepertiga pengguna bahkan menggunakan kendaraan dari merek selain BYD.
Tantangan Flash Charging di Indonesia
Meski menawarkan kecepatan pengisian sangat tinggi, penerapan Flash Charging di Indonesia tetap membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan dan kendaraan yang kompatibel.
Ultra fash charging dengan daya hingga 1.500 kW dirancang untuk bekerja optimal dengan kendaraan yang mendukung teknologi pengisian berdaya tinggi serta baterai Blade generasi kedua.
BYD sendiri menyatakan teknologi Flash Charging menggunakan kombinasi sistem penyimpanan energi dan pengisian daya. Sistem tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik ketika kendaraan membutuhkan daya sangat besar dalam waktu singkat.
BYD senndiri belum mengungkapkan secara rinci lokasi, jadwal pembangunan, serta jumlah unit flash charging yang akan beroperasi di setiap wilayah di Indonesia.






