Mobil Pertama Hyundai Bikin Gempar Industri Otomotif

Mobil Pertama Hyundai Bikin Gempar Industri Otomotif

Otomotif | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:29
share

Sebelum menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia, Hyundai melalui perjalanan yang sulit untuk memproduksi model Pony-nya sendiri, meskipun mendapat kritik dari pendirinya mengenai penampilannya.

Hyundai kini menjadi salah satu produsen mobil terbesardi dunia. Namun, untuk mencapai posisi ini, merek mobil milik Chung Ju-yung ini pernah berjuang untuk membangun kendaraan pertamanya.

Bahkan dengan produk pertamanya, CEO Hyundai Chung Ju-yung menggunakan bahasa yang agak kurang sopan untuk menggambarkannya.

"Saya tidak menyukai mobil ini karena bentuknya seperti ayam yang ekornya dipotong," tulis Chung Ju-yung dalam otobiografinya, *Lahir di Tanah Ini*.

Di Vietnam, buku tersebut diterbitkan dan didistribusikan oleh First News - Tri Viet Company dengan judul*Tidak Pernah Gagal! Semua Adalah Tantangan*.

Kata-kata ini digunakan oleh ketua Hyundai sendiri untuk menggambarkan model mobil pertama merek tersebut - Hyundai Pony.Selama tahun 1970-an dan 1980-an, Hyundai, yang berharap dapat memproduksi mobil pertamanya untukpasar Korea,menghadapi banyak kesulitan. Sebelumnya, Hyundai telah bermitra dengan banyak raksasa otomotif global, mulai dari Shinjin dan Toyota hingga Ford, tetapi tidak satu pun yang memberikan hasil yang diharapkan.

Sebenarnya, Pony bukanlah mobil pertama yang keluar dari jalur produksi di pabrik Hyundai. Cortina adalah model pertama yang dirakit oleh produsen mobil Korea Selatan itu pada tahun 1968. Namun, Cortina merupakan hasil kolaborasi dengan Ford dan sepenuhnya menggunakan komponen dan teknologi Ford.

Menyadari bahwa mengandalkan mitra asing tidak akan membantu Korea Selatan membangun industri otomotif yang mandiri, Chung Ju-yung memutuskan bahwa Hyundai harus menguasai teknologi untuk mendesain dan memproduksi mobil sendiri.

Untuk mewujudkan mimpinya, Hyundai harus mencari dukungan dari banyak mitra internasional independen. Perusahaan tersebut mempekerjakan mantan CEO British Leyland, George Turnbull, bersama dengan para insinyur terkemukaInggrisuntuk desain teknis.

Desain mobil tersebut dipercayakan kepada studio Italia Italdesign, yang dipimpin oleh Giorgetto Giugiaro, yang mendesain supercar seperti Maserati Boomerang, Volkswagen Golf Mk1, dan Lancia Megagamma.Dari segi operasional, Hyundai telah menandatangani perjanjian transfer teknologi dengan Mitsubishi Motors dariJepang.

Akibatnya, Hyundai Pony dilengkapi dengan mesin bensin empat silinder segaris 1,2L dari Mitsubishi, menghasilkan sekitar 80 tenaga kuda, dipasangkan dengan transmisi manual empat percepatan dan penggerak roda belakang. Kemudian, opsi mesin 1,4L yang lebih bertenaga ditambahkan.

Pada tahun 1974, Hyundai Pony resmi memulai debutnya di Turin Motor Show (Italia), yang sangat mengejutkan para pengamat internasional. Ketika mulai dijual secara resmi dari tahun 1975-1976, model ini memiliki harga jual sekitar 2,289 juta won.

Harga yang terjangkau ini membantu Pony menciptakan sensasi besar, menguasai lebih dari 40 pasar otomotif Korea Selatan di tahun pertamanya, dan menjadi model mobil komersial pertama yang dikembangkan dan diproduksi massal di negara tersebut.

Meskipun ia tidak puas dengan bagian belakang yang dipersingkat, sebuah gaya yang mengingatkan pada mobil hatchback pada saat itu, dan menyamakannya dengan "ayam yang ekornya dipotong," Chung Ju-yung tidak dapat menyangkal signifikansi historis dari Pony.

Model ini tidak hanya memenuhi permintaan domestik untuk kendaraan pribadi, tetapi juga membantu Hyundai memulai ekspor mobil ke pasar internasional, dimulai dari Ekuador dan kemudian meluas ke Amerika Selatan dan Timur Tengah.

Kesuksesan Hyundai Pony meletakkan fondasi yang kokoh bagi perkembangan pesat industri otomotif Korea Selatan dalam beberapa dekade berikutnya. Dari negara yang harus mengimpor semua komponennya, Korea Selatan bangkit menjadi salah satu kekuatan manufaktur otomotif terkemuka di dunia.

Topik Menarik