China Umumkan Penarikan Kembali Mobil Terbesar, Ini Masalahnya

China Umumkan Penarikan Kembali Mobil Terbesar, Ini Masalahnya

Otomotif | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:05
share

China meluncurkan kampanye penarikan kembali (*recall*) kendaraan terbesar dalam sejarah negara tersebut yang melibatkan 11 produsen mobil, menyusul kekhawatiran terkait sistem pembukaan pintu darurat pada kendaraan listrik (EV).

Menurut laporan Reuters yang diterbitkan oleh The Straits Times, langkah yang diumumkan pada 21 Agustus ini melibatkan beberapa produsen besar termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Zeekr, dan Lynk & Co.

Sebagian besar tindakan ini diklasifikasikan sebagai penarikan kembali produk berdasarkan peraturan Tiongkok, dengan masalah utama yang berfokus pada gagang pintu mekanis yang mungkin sulit dikenali atau digunakan.

Sembilan dari 11 produsen yang terlibat, termasuk Tesla dan Xiaomi, akan memasang label peringatan secara gratis untuk menunjukkan lokasi gagang pintu mekanis tersebut.

Sebagian besar produsen juga akan menerapkan pembaruan perangkat lunak *over-the-air* (OTA) sebagai bagian dari langkah perbaikan.

Kampanye berskala besar ini dilakukan seiring dengan langkah otoritas Tiongkok yang memperketat pengawasan terhadap keselamatan kendaraan listrik, terutama karena semakin banyaknya teknologi baru yang diperkenalkan di pasar otomotif negara tersebut yang sangat kompetitif.Setidaknya enam merek—yaitu Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Zeekr, dan Lynk & Co—dilaporkan telah mengumumkan penarikan kembali terbesar dalam sejarah masing-masing, menurut dokumen yang diajukan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR).

Tesla termasuk salah satu produsen yang paling terdampak, dengan 2,98 juta kendaraan—baik yang diimpor maupun diproduksi di Tiongkok—akan ditarik kembali mulai 25 September.

Penarikan kembali ini mencakup model Model 3, Model Y, Model S, dan Model X.

Menurut pernyataan yang disampaikan Tesla kepada SAMR, gagang mekanis untuk membuka pintu dalam keadaan darurat mungkin sulit dikenali setelah kecelakaan serius yang menyebabkan kegagalan sistem kelistrikan.

Situasi ini berpotensi menyulitkan penumpang untuk keluar dari kendaraan atau menghambat akses petugas penyelamat selama operasi penyelamatan.Sebagai langkah perbaikan, Tesla akan memasang label peringatan untuk memudahkan pengguna mengenali gagang darurat tersebut.

Tesla juga akan menerapkan pembaruan OTA yang memungkinkan jendela kendaraan turun secara otomatis setelah terjadi kecelakaan. Tiongkok akan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi

Langkah penarikan kembali (*recall*) ini dilakukan menjelang kebijakan Tiongkok untuk melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai tahun 2027.

Tiongkok diperkirakan akan menjadi negara pertama yang menghentikan penggunaan desain tersebut, yang sebelumnya dipopulerkan oleh Tesla sebelum akhirnya banyak diadopsi oleh berbagai produsen kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok.

Gagang pintu ini biasanya dirancang agar rata dengan bodi kendaraan dan dapat diaktifkan melalui *key fob*, ponsel pintar, atau mekanisme yang mengharuskan pengguna menekannya terlebih dahulu.Meskipun memberikan tampilan yang lebih rapi dan mendukung aerodinamika, desain ini semakin mendapat sorotan dari otoritas keselamatan di Tiongkok dan Amerika Serikat.

Salah satu kekhawatiran utamanya adalah sulitnya membuka pintu saat sistem kelistrikan kendaraan mengalami kegagalan fungsi pasca-kecelakaan, terutama jika penumpang atau petugas penyelamat tidak mengetahui lokasi maupun cara mengoperasikan mekanisme pembuka pintu darurat.

Langkah terbaru Tiongkok ini menunjukkan bahwa sistem pembukaan pintu kini menjadi salah satu aspek keselamatan kendaraan listrik yang mendapat perhatian lebih serius, seiring dengan semakin bergantungnya fungsi-fungsi dasar—seperti membuka pintu—pada sistem elektronik.

Topik Menarik