Dari Jalan Raya ke Panggung Dunia: Kisah Crisanto, Juara Extra Mile Challenge 2026

Dari Jalan Raya ke Panggung Dunia: Kisah Crisanto, Juara Extra Mile Challenge 2026

Otomotif | sindonews | Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:32
share

Namanya Crisanto De Sousa Sanches. Sopir truk dari PT BSA Logistics Indonesia. Dia baru saja mengalahkan tujuh pengemudi terbaik lain se-Indonesia. Hadiahnya: berangkat ke Jepang, mewakili Indonesia di ajang global.

Ajang itu bernama UD Trucks Extra Mile Challenge (EMC) 2026. Digelar UD Trucks Indonesia. Tujuannya sederhana: mencari sopir Quester terbaik di Indonesia.

Delapan orang lolos ke final. Mereka diuji di berbagai aspek. Mulai dari pre-inspection : pemeriksaan kendaraan sebelum jalan. Lalu safe driving: cara mengemudi aman. Juga fuel-efficient driving: seberapa irit mereka membawa truk. Sampai penanganan kendaraan sesuai standar operasional.

Crisanto keluar sebagai juara nasional. Dia akan berangkat ke Jepang. Di sana dia akan bertanding lagi, kali ini melawan juara-juara dari negara lain, di ajang UD Trucks Extra Mile Challenge Global.

Tiga penghargaan khusus juga dibagikan. Darto dari PT Alam Widjaja Trans meraih gelar Best Driving Skill. Umar Yahya dari PT Surya Mitra Tirta Kencana meraih Best Fuel Efficient. Ferandi Gurun Zevia dari PT Cakraindo Mitra Internasional meraih Best Daily Inspection.Handi Lim, Vice President Director UD Trucks Indonesia, punya alasan kenapa kompetisi seperti ini penting. Katanya, pengemudi adalah "garda terdepan operasional logistik di Indonesia". Tanpa sopir yang kompeten, katanya, operasional tidak akan aman, efisien, dan produktif.

Bambang Widjanarko, Chief Executive Astra UD Trucks, punya pandangan yang lebih tajam. Menurutnya, nilai jangka panjang bagi pelanggan tidak hanya lahir dari kendaraan yang andal. Tapi juga dari investasi pada manusianya, pada sopir itu sendiri.

Ini masuk akal. Truk secanggih apa pun, kalau yang menyetir tidak kompeten, tetap berbahaya. Truk paling irit bahan bakar pun bisa jadi boros kalau caranya mengemudi salah. Maka UD Trucks memilih jalan yang jarang dilirik kompetitor: mendidik sopirnya, bukan cuma menjual truknya.

Crisanto sendiri mengaku bersyukur. "Extra Mile Challenge memberikan pengalaman yang sangat berharga karena tidak hanya menguji keterampilan mengemudi, tetapi juga memperkuat pemahaman saya mengenai keselamatan, efisiensi, dan profesionalisme dalam bekerja," katanya. Dia bilang akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk final global di Jepang.

Filosofi di balik semua ini disebut Going the Extra Mile. Sederhana maknanya: jangan berhenti di titik cukup. Terus melangkah lebih jauh, termasuk dalam mengembangkan manusianya, bukan cuma mesinnya.

UD Trucks sendiri bukan pemain baru. Perusahaan asal Jepang ini sudah lebih dari 80 tahun bergerak di kendaraan komersial. Kombinasi keahlian Jepang dengan pendekatan yang berpusat pada pelanggan jadi ciri khasnya.

Yang menarik dari EMC 2026 bukan cuma soal siapa juaranya. Tapi soal sinyal ke industri: kompetensi sopir kini jadi bagian dari strategi bisnis produsen truk. Bukan lagi sekadar urusan SIM dan pengalaman jam terbang.

Topik Menarik