Selain Efisiensi, Konsumen EV Kian Pertimbangkan Hal ini
TANGERANG - Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dalam beberapa waktu belakangan. Pada pameran Gaikindo Indonesia international Auto Show (GIIAS) 2026, banyak pula mobil listrik baru yang meluncur.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 117.108 unit pada semester I 2026. Angka ini naik hingga 69,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 69.134.
Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu alasan kendaraan listrik digemari. Namun, kini konsumen dinilai juga mulai mempertimbangkan aspek lain, seperti kualitas hingga kenyamanan.
CEO Maxus Indonesia, Jerry Huang, mengatakan perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan kebutuhan konsumen juga semakin berkembang,” katanya di arena GIIAS 2026, dikutip Kamis (6/8/2026).
Di sisi lain, kendaraan elektrifikasi premium juga kian dilirik. Meski efisiensi menjadi pertimbangan utama dalam peralihan ke kendaraan listrik, tak sedikit yang mempertimbangkan kenyamanan.
“Efisiensi tetap menjadi pertimbangan utama, namun di segmen premium kami melihat adanya kebutuhan akan kendaraan yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, lebih tenang, dan lebih berkualitas. Melalui konsep 'A Quiet Luxury', kami ingin memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik premium dapat menjawab kebutuhan tersebut tanpa menghilangkan keunggulan utama kendaraan listrik itu sendiri," ujar Jerry Huang.
Pada GIIAS 2026, Maxus Indonesia membawa 2 MPV listrik premium. Keduanya adalah Mifa 7 dan Mifa 9.
Mifa 7 memiliki jarak tempuh hingga 570 km (NEDC). MPV listrik premium ini menawarkan kabin lapang dan kenyamanan.
Sementara Mifa 9 memiliki jarak tempuh hingga 520 km (NEDC). Model ini menyasar segmen flagship MPV listrik premium.
Pada pameran otomotif tahunan ini, Maxus juga menghadirkan Mifa 9 hasil kolaborasi dengan Lombardi Auto Indonesia.









