Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
GIIAS akhir Juli nanti bakal panas. Ada penantang baru di kelas SUV listrik murni. Namanya Leapmotor B10.
Ia tidak datang sekadar untuk meramaikan brosur pameran. Ia datang untuk menggebrak. Target harganya mengancam: di bawah Rp 500 juta.
"Saat ini masih ada beberapa perhitungan, termasuk dampak kurs yang terus kami diskusikan dengan prinsipal. Target kami harga B10 di bawah Rp 500 juta," ujar CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, di Bandung, Kamis (18/6) lalu.
Jika benar di bawah Rp 500 juta, B10 akan masuk ke palagan perang yang berdarah-darah. Di segmen C-SUV BEV, pemainnya sudah banyak. Dan berotot semua.
Ada BYD Atto 3 yang memasang harga Rp 390 juta hingga Rp 520 juta. Ada Geely EX5 di angka Rp 439 juta sampai Rp 515,5 juta. Aion V bermain sedikit lebih tinggi, yakni Rp499 juta hingga Rp 560 juta. Lalu ada MG S5 yang pasang tarif paling agresif: Rp 333 juta sampai Rp 455,9 juta.
Bagaimana strategi Leapmotor menghadapi mereka?
Di Malaysia, B10 dijual dalam banyak varian. Bermacam tipe trim. Di Indonesia, Indomobil memilih strategi satu varian. Yakni kasta yang paling tinggi.Kapasitas baterainya yang terbesar: 67,2 kWh. Jarak tempuhnya panjang, tembus 434 km (WLTP). Mengapa hanya satu? "Berdasarkan studi kami, penentu di pasar Indonesia adalah jarak tempuh. Sehingga pilihan varian dengan baterai terbesarlah yang kemudian kami pilih," jelas Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor. Masuk akal. Konsumen kita benci rasa cemas kehabisan baterai.Kelebihan B10 yang paling krusial: ia bukan mobil impor utuh (CBU). B10 langsung dirakit di dalam negeri.Pabriknya sudah siap jalan. Menggunakan fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat.
Meski Indomobil memegang banyak merek, jalur perakitannya tidak dicampur. Pabrik Leapmotor dan AION dipisah. Tujuannya sangat teknis: menjaga kualitas produk akhir dan agar pabrik bisa fokus. "Jadi PT sama, cuma pabrik yang digunakan oleh AION dan Leapmotor ini nanti tetap beda," tambah Tan Kim Piauw.
Kapasitas produksi pabrik ini bukan main-main. Untuk tahap awal, ditetapkan Job Per Hour (JPH) sebanyak 5 unit. Artinya, setiap satu jam, lahir 5 unit mobil B10.
10 Keunggulan Chery Q: Mobil Listrik Rp200 Jutaan Pesaing Geely EX2, Aion UT, Wuling Binguo
Mari kita hitung. Sehari kerja 8 jam. Berarti sehari pabrik ini mencetak 40 mobil listrik. Sebulan hitung 20 hari kerja: hasilnya 800 unit. Setahun? Mencapai 9.600 unit."Lalu 800 unit dikali 12 bulan jadi sekitar 9 ribuan unit. Itu masih menggunakan satu shift, ya," tegas Tan Kim Piauw.
Sebenarnya, kemampuan maksimal pabrik itu bisa digenjot sampai 15 unit per jam jika pesanan meledak. Tapi untuk ritme awal, 5 unit dirasa paling realistis.
Lalu, apakah Leapmotor hanya akan jualan B10? Tentu tidak.
Indomobil kini sedang mengevaluasi sang kakak: Leapmotor C10. SUV kelas medium ini rencananya juga ditarik masuk tahun ini. Syaratnya cuma satu: mereka sedang sibuk membereskan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Pasar mobil listrik kita kian dewasa. Konsumen tidak hanya mencari desain, tapi juga jarak tempuh dan komitmen perakitan lokal. B10 membawa keduanya. Kita lihat pembuktiannya bulan depan.